Amal Jariyah adalah Amal yang Tak Akan Putus Pahalanya, Berikut Penjelasannya

Kamis, 30 Juni 2022 16:46 Reporter : Jevi Nugraha
Amal Jariyah adalah Amal yang Tak Akan Putus Pahalanya, Berikut Penjelasannya Ilustrasi berdoa. ©Shutterstock

Merdeka.com - Amal jariyah adalah amal yang tak akan terputus pahalanya meski pelakunya telah meninggal dunia. Amal ini merupakan kebijakan yang dilakukan oleh seseorang dengan ikhlas dan semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah SWT.

Melansir dari NU Online, umat muslim dianjurkan untuk selalu memanfaatkan hidupnya dengan sebaik-baiknya. Sebelum ajal tiba, umat muslim diperintahkan untuk melakukan amal kebaikan dengan ikhlas dan penuh mengharap ridha Allah SWT.

Amalan yang termasuk dalam amal jariyah ada tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak saleh. Umat muslim yang melakukan tiga kebaikan tersebut, maka pahalanya akan terus mengalir. Lebih jelasnya, berikut pengertian amal jariyah yang merdeka.com lansir dari NU Online:

2 dari 3 halaman

Mengenal Amal Jariyah

ilustrasi berdoa

© pexels.com/Thirdman

Amal jariyah adalah sebuah tindakan atau kebijakan yang dilakukan seseorang secara ikhlas dan semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah SWT. Pahala dari amal jariyah ini akan terus mengalir selama orang yang masih hidup bisa merasakan manfaat kebaikan yang ia tinggalkan selama di dunia.

Maka dari itu, kesadaran diri untuk terus berbuat baik harus terus ditingkatkan karena amal baik akan menolong di hari akhir kelak. Adapun macam-macam amal jariyah telah disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, artinya:

“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya”
Dalam hadis di atas menjelaskan, bahwa seseorang yang sudah meninggal dunia, semua amalnya telah putus. Artinya, ia tidak akan bisa menambah perolehan pahalanya yang ia usahakan sendiri.

3 dari 3 halaman

Macam-macam Amal Jariyah

ilustrasi sedekah 001
alalam.ir

Sebagaimana kita tahu, amal jariyah ada tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh. Adapun penjelasan mengenai macam amal jariyah tersebut adalah sebagai berikut:

Sedekah Jariyah

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Dengan kata lain, seseorang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Adapun secara terminologi, sedekah adalah tahququ syai’in bisyai’i atau menetapkan sesuatu pada sesuatu.

Secara umum, sedekah adalah pemberian sukarela dari seseorang kepada orang lain karena ingin mendapatkan pahala dari Allah SWT. Rasulullah SAW, telah memeringatkan kepada umatnya agar berhati-hati, tidak berbuat riya’, dan bersedekah semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.

Melansir dari NU Online, sedekah jariyah adalah suatu amalan yang pahalanya akan terus mengalir meski pelakunya sudah meninggal dunia. Misalnya, orang yang semasa hidupnya pernah membangun sebuah masjid, maka sampai ia meninggal masih akan mendapatkan pahala.

Ilmu Bermanfaat

Macam-macam amal jariyah selanjutnya, yaitu ilmu yang bermanfaat. Apabila ilmu yang sudah diajarkan lalu diajarkan lagi kepada orang lain, maka ia akan mendapat pahala yang tidak akan pernah putus sampai meninggal dunia. Tentu saja, ilmu bermanfaat di sini harus ilmu yang memiliki manfaat untuk kehidupan seseorang.

Ada banyak sekali contoh ilmu yang bermanfaat, seperti menulis buku kemudian buku tersebut akan dibaca oleh orang lain. Meski si penulis sudah meninggal, tetapi ia akan tetap mendapatkan pahala yang akan terus mengalir.

Anak yang Saleh dan Salehah

Anak soleh adalah anak yang selalu berbakti kepada orang tua dan taat menjalankan perintah Allah SWT. Tak heran, jika orang tua selalu menginginkan memiliki anak yang saleh.

Anak saleh bukan berarti orang suci yang tidak memiliki kesalahan. Anak saleh adalah orang yang baik batinnya dan kebaikannya lebih dominan daripada keburukannya. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam salah satu surah Alquran, artinya:

Artinya, "Siapa saja yang menaati (ketentuan) Allah dan rasul-Nya, niscaya mereka kelak akan bersama orang-orang yang diberi nikmat oleh-Nya, yaitu para nabi, kalangan shiddiq, syuhada, dan orang-orang soleh. Mereka adalah sebaik-baik sahabat," (Surat An-Nisa ayat 69).

[jen]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini