Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini 4 Tips Usaha Lokal Bisa Capai Omset Tinggi dan Mampu Lestarikan Budaya

Ini 4 Tips Usaha Lokal Bisa Capai Omset Tinggi dan Mampu Lestarikan Budaya Kerajinan tangan berbahan limbah koran. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Di era dunia digital saat ini, peluang untuk menjadi pengusaha bisa dilakukan oleh siapa saja terlepas dari status sosial dan pendidikan. Siapa saja bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya untuk meningkatkan penjualan. Dari sumber daya alam, hingga nilai-nilai budaya yang bisa diaplikasikan dalam kerajinan.

Seperti salah satu produsen gelang khas nusantara asal Bali, RDNB.CO yang bisa meraih omset ratusan juta rupiah setiap bulannya hanya dengan berjualan secara online. Industri yang mengusung konsep budaya Nusantara ini dijual dengan harga kisaran Rp139 ribu hingga Rp379 ribu.

Selain gelang dengan nuansa Nusantara itu, masih banyak lagi brand lokal yang mengusung tema-tema tradisional dan mampu menembus pasar internasional. Tidak hanya meningkatkan omset saja, brand-brand lokal tersebut juga berperan penting dalam pelestarian budaya tradisional.

Memperdayakan Pengerajin Lokal

Seperti kita ketahui bersama, Indonesa memiliki sejumlah hasil produksi kerajinan rumahan yang khas. Kekhasan ini dapat dimanfaatkan untuk pemasaran lokal, dan bisa diekspor. Sudah banyak brand-brand lokal yang memanfaatkan peluang di sekitar mereka.

Tidak hanya fokus meraih keuntungan, brand-brand yang muncul di tengah masyarakat karena keunikannya, akan mengusung isu-isu lokal. Di antaranya memperdayakan pengrajin lokal. Sistem seperti ini sudah banyak diterapkan, terlebih di kawasan wisata.

Di Bali ada gelang RDNB.CO, di Jogja ada beberapa brand lokal seperti tas rajut Dowa dan pembalut kain. Produk-produk tersebut dibuat langsung oleh para pengrajin lokal, lho.

Mengandung Unsur Tradisional

Selain pemberdayaan pengrajin lokal, para produsen ini biasanya juga memanfaatkan peluang dari segi budaya. Seperti yang kita tahu, Indonesia memiliki banyak kebudayaan tradisional, di mana setiap daerah punya ciri khas masing-masing.

motif batik sekarjati

2020 Merdeka.com/jonegoroan.com

Unsur-unsur tradisional bisa diaplikasikan ke dalam produk yang akan dipasarkan. Misalnya saja pengaplikasian motif batik untuk membuat jilbab, sepatu atau mode fashion lain berkelas dunia. Selain itu, masih banyak lagi unsur-unsur tradisional lain yang mengandung makna mendalam dan dapat menarik minat konsumen, terlebih wisatawan asing.

Memakai Bahan Berkualitas

Ketika membuka usaha, bahan baku menjadi salah satu unsur penting yang tak boleh terlewatkan. Untuk memikat dan meningkatkan kepercayaan konsumen, produsen harus pandai dalam memilih dan mengolah bahan baku utama.

Dengan bahan baku berkualitas, tentu bahan yang dihasilkan tak kalah berkualitas. Tak hanya soal kualitas saja, bahan baku sangat penting untuk memikat konsumen dengan segmentasi tertentu. Penentuan target pasar juga penting dalam memilih bahan, lho.

Donasi untuk Pemberdayaan Pengrajin Lokal

Satu lagi yang tak boleh ketinggalan, yaitu donasi. Semakin tinggi kesadaran masyarakat mengenai pemberdayaan kerajinan lokal, dapat mempengaruhi kepekaan terhadap sosial. Banyak industri rumahan yang memanfaatkan strategi ini dengan membuka donasi.

Melibatkan konsumen dan pasar dalam produksi memiliki pengaruh yang cukup besar. Banyak produk lokal seperti RDBN.CO misalnya, mereka memberlakukan donasi bagi konsumen yang membeli produk mereka.

Harga yang ditawarkan boleh tinggi, tapi ada iming-iming donasi menjadi nilai tambah. Strategi seperti ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tapi juga pelaku kerajinan lokal yang menjadi pusat pemberdayaan produk.

(mdk/asr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP