Usai Tinjau Pintu Air Manggarai, Pram Minta Semua Pompa Diaktifkan Hingga Modifikasi Cuaca Atasi Banjir
Pascahujan deras beberapa hari terakhir, ketinggian air di pintu Manggarai mencapai 850 cm atau dikatakan siaga 2.
Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau kondisi pintu air Manggarai Jakarta pada Selasa (4/3) sore. Pascahujan deras beberapa hari terakhir, ketinggian air di pintu Manggarai mencapai 850 cm atau dikatakan siaga 2.
“Hari ini kami secara khusus mengadakan rapat yang agak mendadak karena memang seperti kita ketahui bersama dan tadi teman-teman media juga lihat sendiri secara langsung bahwa tinggi permukaan air di Manggarai ini sudah 850 kalau tinggi permukaan air di Manggarai sudah 850 artinya Jakarta sekarang sudah siaga dua,” kata Pramono di lokasi kepada awak media, Selasa (4/3).
Dalam arahannya ke dinas terkait, Pram meminta semua mesin pompa diaktifkan sehingga tidak menimbulkan genangan ketika curah hujan mulai ekstrem.
“Supaya beban tidak lebih banyak ke timur, terutama di Ciliwung karena di Ciliwung saat ini masyarakat menghadapi beban yang sangat tinggi pak wali kota setempat juga menyampaikan seperti itu dan memang saya sudah meminta beberapa pintu air dibuka,” kata Pramono.
Pramono juga meminta seluruh pompa air yang mendorong air ke laut diaktifkan seluruhnya. Saat ini, baru 200 dari 500 pompa yang aktif bekerja.
“Pompa itu total 500 saya minta semua diaktifkan supaya air yang ada bisa dibuang ke laut,” minta dia.
Pramono juga meminta operasi modifikasi cuaca yang dilakukan BPBD Jakarta. Menurutnya, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta saat ini bukan karena curah hujan Jakarta yang tinggi melainkan air kiriman dari Bogor.
“Saya juga meminta modifikasi cuaca dilakukan didorong untuk ke laut dan tadi sudah dilaporkan oleh BPBD bahwa akan dilakukan segera untuk modifikasi cuaca, karena memang banjir yang terjadi di Jakarta sekarang ini boleh dikatakan mayoritas hampir 90% lebih adalah kiriman karena curah hujan di Jakarta sendiri cukup rendah,” sebut Pramono.
Meski begitu, Pramono menegaskan tidak akan menyalahkan siapa pun. Dia justru mengajak semua pihak duduk bersama mencari solusi terbaik untuk urusan banjir.
“Kami tidak mau menyalahkan siapa pun ini menjadi tanggung jawab pemerintah Jakarta untuk mengatasi itu. Saya akan membuka diri untuk duduk bersama gubernur bupati walikota yang selama ini berdampak dalam waktu dekat karena penyelesaian ini tidak bisa parsial hanya Jakarta bahkan saya mendapatkan laporan yang mendapat dampak besar itu di Bekasi dan saya sudah komunikasi,” Pramono menandasi.
Aktifkan Kampung Siaga Bencana
Pramono juga berjanji bantuan logistik untuk para korban segera didistribusikan. Selain bantuan logistik dan evakuasi, kampung siaga juga menjadi opsi yang dilakukan.
“Kami sudah memutuskan untuk kampung siaga bencana diaktifkan, kampung siaga bencana ini kerja sama antara pemerintah, masyarakat dan swasta untuk membantu mereka yang terdampak (banjir), apalagi di bulan puasa nanti sahur-buka puasa jangan sampai terganggu,” kata Pram.
Pram m mendapat laporan warga di lapangan karena kebutuhan untuk puasa seperti sahur dan sebagainya menjadi problem bagi umat Islam yang menjalankan ibadah Ramadan. Namun dia memastikan, sudah meminta dinas sosial Jakarta untuk menangani dengan segera mengoperasikan dapur umum.
“Agar tertangani secara baik jadi dapur umum juga saya sudah minta diaktifkan di lapangan,” jelas Pramono.
Pramono juga memastikan, banjir Jakarta yang dihadapi di awal masa kepemimpinannya akan dijadikan pelajaran agar penanganan banjir tidak hanya bersifat jangka pendek namun juga ke depan ada solusi konkrit dengan sejumlah tindakan nyata.
“Saya juga meminta untuk pemerintah Jakarta tidak lagi hanya sekedar menangani yang bersifat jangka pendek, tetapi jangka menengah dan jangka panjang seperti pengerukan, sodetan dilanjutkan kembali, sumur resapan tidak lagi dibuat di jalan tetapi di saluran saluran air jadi hal-hal yang baik kita lakukan, kita lanjutkan,” ujar Pramono.