Tim Belum Simpulkan Penebangan Pohon di Monas Berdampak Kerusakan Lingkungan

Rabu, 26 Februari 2020 14:38 Reporter : Yunita Amalia
Tim Belum Simpulkan Penebangan Pohon di Monas Berdampak Kerusakan Lingkungan Tim komrah mengambil sejumlah sampel penebangan pohon di Monas. ©2020 Merdeka.com/Yunita

Merdeka.com - Tim asistensi Komisi Pengarah (komrah) kawasan Medan Merdeka mengambil sejumlah sampel penebangan pohon di area revitalisasi Monumen Nasional (Monas) dan meninjau pengaspalan cobblestone untuk lintasan Formula E.

Sampel yang telah diambil akan diuji di laboratorium Indonesian Center for Biodiversity and Biotechnology (ICBB) Bogor, Jawa Barat. Ditargetkan dalam kurun satu bulan hasilnya akan diserahkan ke komrah.

Anggota tim asistensi sekaligus ahli dari Institute Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero Saharjo mengatakan peninjauan sekaligus pengambilan sampel untuk memastikan ada tidaknya kerusakan lingkungan dari penebangan pohon di sisi revitalisasi Monas.

"Kami memastikan apa benar terjadi penebangan, ternyata benar. Benarkah penebangan mengakibatkan kerusakan? Salah satu fisik yang kita lihat yang dibeton. Nanti hasil lab kondisi awal gimana dari situlah kita kesimpulan akibat dari kegiatan ini terjadi ini," kata Bambang di kawasan Monas, Rabu (26/2).

Sampel yang diambil adalah tanah dekat pohon yang belum ditebang, vegetasi dan bebatuan di sekitar pohon tersebut. Tim juga mengukur diameter pepohonan yang masih kokoh.

Tim juga meninjau pohon yang sudah ditebang. Pantauan merdeka.com, tim mengukur dan mengambil sampel berupa kulit kayu, daun, ranting, dari pohon Jati yang sudah terpotong.

Bambang melanjutkan hasil sampel dari lab, akan diserahkan ke Komrah. Namun dia enggan menjawab secara tegas pengaruh hasil lab tersebut dengan kelanjutan proyek revitalisasi Monas ataupun Formula E. Yang jelas, kata Bambang, hasil lab tersebut disampaikan ke publik.

"Saya harap ini nanti dibuka ke publik biar (kegiatan pengambilan sampel) tidak normatif saja," kata dia.

Tim asistensi turut hadir dari serangkaian kegiatan tersebut adalah perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Unit Pengelola Kawasan Monas, Kementerian Sekretaris Negara.

Bambang melanjutkan, pihaknya bukan tidak ada komunikasi dengan pihak Pemerintah Provinsi DKI. Hanya saja, Jakpro dan dinas terkait sebagai pelaksana revitalisasi dan Formula E dan dinas tidak menghadiri rapat yang seharusnya dilaksanakan Selasa (25/2).

"Kemarin kita tunggu sampai jam 3 jam 4 enggak datang enggak ada kabar ya sudah," kata dia.

Diketahui, Pemprov DKI melakukan penebangan ratusan pohon dalam rangka revitalisasi Monas. Setelah ramai, proyek tersebut dihentikan karena belum mendapatkan rekomendasi dari Komrah sesuai amanat UU.

Tak cukup sampai di situ, Pemprov DKI juga melakukan pengaspalan di sejumlah kawasan Monas dalam rangka persiapan ajang balap mobil Formula E. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini