Petugas menggunakan bahasa isyarat saat melayani wajib pajak penyandang tunarungu atau tuli di KPP Pratama, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2024). Kanwil DJP Jakarta Selatan II menghadirkan 'Laras', layanan ramah disabilitas. Foto: Merdeka.com/Arie Basuki
'Laras' ini dihadirkan untuk meningkatkan pelayanan perpajakan, terutama aksesibilitas dan inklusivitas bagi penyandang disabilitas. Foto: Merdeka.com/Arie Basuki
Dalam pelayanan 'Laras', petugas yang melayani wajib pajak memiliki kecakapan berbahasa isyarat. Foto: Merdeka.com/Arie Basuki
Advertisement
Hal ini bertujuan agar petugas dapat melayani semakin banyak wajib pajak, terutama penyandang tunarungu atau tuli. Foto: Merdeka.com/Arie Basuki
Pelayanan 'Laras' ini juga dilengkapi sarana dan prasarana pendukung seperti guiding block untuk memandu tunang netra. Foto: Merdeka.com/Arie Basuki
Selain itu, ada juga kursi roda dan tongkat untuk membantu wajib pajak yang kesulitan berjalan. Foto: Merdeka.com/Arie Basuki
Advertisement
Petugas menggunakan bahasa isyarat saat melayani wajib pajak penyandang tunarungu atau tuli di KPP Pratama, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2024). Foto: merdeka.com/Arie Basuki
Petugas menggunakan bahasa isyarat saat melayani wajib pajak penyandang tunarungu atau tuli di KPP Pratama, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2024). Foto: merdeka.com/Arie Basuki
Petugas menggunakan bahasa isyarat saat melayani wajib pajak penyandang tunarungu atau tuli di KPP Pratama, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2024). Foto: merdeka.com/Arie Basuki
Advertisement