Kualitas udara Jakarta tercatat tidak sehat dengan nilai indeks kualitas mencapai 179 AQI US pada hari Minggu (1/10/2023).
Advertisement
Awal bulan Oktober 2023, Ibu Kota DKI Jakarta kembali diselimuti kabut polusi.
Kondisi tersebut dapat terlihat dari pemandangan dari gedung-gedung pencakar langit ibu kota yang samar terhalang asap polusi.
Advertisement
Kabut polusi ini membuat Jakarta menduduki nomor dua sebagai kota berpolusi terburuk sedunia setelah Kota Lahore, Pakistan.
Berdasarkan informasi dari iqair.com menjelaskan, kualitas udara Jakarta tercatat tidak sehat dengan nilai indeks kualitas mencapai 179 AQI US pada hari Minggu (1/10/2023).
Advertisement
Buruknya tingkat polusi udara di Jakarta terpantau sejak pukul 09.05 WIB.
Advertisement
Kondisi ini dipastikan tidak sehat karena ukuran polutan utama PM2,5.
Buruknya kualitas udara ibu kota ini membuat warga Jakarta diwajibkan menggunakan masker jika melakukan aktivitas di ruang publik terbuka.
Selain itu, suhu udara di DKI Jakarta pada pagi hari dilaporkan 30 derajat Celsius dengan cuaca yang berkabut dan kelembapan udara 57 persen.
Advertisement
Kecepatan anginnya juga terpantau mencapai 7,4 km per jam dengan tekanan 1.015 mbar.
Jika dirinci, kualitas udara Jakarta pada sejumlah titik terpantau semakin mengkhawatirkan.
Misalnya untuk wilayah Jeruk Purut, Kemang V, Kemang Dalam IX menjadi top tiga kawasan dengan kualitas dengan indeks masing-masing 251 AQI US, 225 AQI US, dan 198 AQI US.
Advertisement
Sementara berdasarkan silika.jakarta.go.id pada Minggu (1/10/2023), kualitas udara Jakarta secara
keseluruhan disebutkan tidak sehat dengan angka PM2,5 sebesar 127 atau berada pada rentang 101-19.