KTT ASEAN Berakhir, Mulai Besok Pengaturan Arus Lalu Lintas Jakarta Kembali Normal

Polisi memastikan tidak akan melakukan rekayasa lalu lintas di Jakarta, Jumat (8/9).

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
KTT ASEAN Berakhir, Mulai Besok Pengaturan Arus Lalu Lintas Jakarta Kembali Normal
KTT ASEAN Berakhir, Mulai Besok Pengaturan Arus Lalu Lintas Jakarta Kembali Normal (Merdeka.com)

Gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Ke-43 telah berakhir. Polisi memastikan tidak akan melakukan rekayasa lalu lintas di Jakarta, Jumat (8/9).

"Iya sudah selesai. Enggak ada rekayasa, normal pengaturan biasa," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman saat dihubungi, Kamis (7/9).

Sehingga Latif memastikan masyarakat bisa kembali melintas di ruas jalan protokol Jakarta seperti sedia kala. Menurutnya, pengaturan lalu lintas hanya dilakukan untuk jalan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Normal kembali. Tapi ada pengaturan pengaturan nanti tinggal prioritas tamu yang akan ke bandara saja," lanjut dia.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Polisi menjadwalkan pengawalan terhadap 11 delegasi yang akan pulang ke negaranya, menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Kita nanti tinggal mengantar kepulangan mereka dari akomodasi ke bandara saja," ujarnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut meminta maaf kepada masyarakat yang terganggu akibat rekayasa lalu lintas selama KTT ASEAN. Karena penutupan sejumlah ruas jalan yang dilakukan saat delegasi negara melintas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Seperti yang disampaikan Bapak Panglima mohon maaf karena kemarin kami harus melakukan rekayasa, dan melakukan beberapa penutupan ruas jalan karena ini memang bagian dari standar pengamanan khususnya high level atau para kepala negara yang harus kita amankan," kata Sigit saat jumpa pers di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (7/9).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Sehingga kita melakukan rekayasa lalin mengakibatkan beberapa ruas di jalur alternatif mengalami penumpukan," tambah Sigit.

Rekomendasi