Pemprov DKI Jakarta telah memasang teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelegence (AI) untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya telah memasang AI tersebut di 20 titik simpang jalan.
Teknologi ini bekerja dengan menganalisis volume kendaraan di ruas jalan. Bila lalu lintas dirasa terlalu padat, maka AI secara langsung akan memberikan lampu hijau lebih lama dibanding biasanya.
Untuk dapat menganalisis kepadatan kendaraan, Dishub DKI menggandeng Google Indonesia melalui MoU yang diteken pada November 2022.
merdeka.com mencoba melihat alat AI tersebut di Jl. Gatot Subroto - Jl. Rasuna Said (Kuningan) atau di sekitar depan Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Advertisement
Di sana, terdapat lampu lalu lintas seperti biasa dan sebuah kamera yang diduga alat untuk tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).
Namun, di belakang lampu lalu lintas, terpasang alat berwarna putih seperti tongkat dengan ujung berbentuk bulatan. Di bulatan tersebut, terdapat bulatan lagi di tengah layaknya sebuah sensor.
Sayangnya, belum dapat dipastikan apakah alat itu merupakan AI yang dimaksud Dishub. merdeka.com juga mencoba memperhatikan durasi lampu merah di Simpang Gatot Subroto-Kuningan tersebut.
Sejak pukul 08.35 hingga 09.00 Wib, durasi lampu merah atau hijau adalah satu menit. Sebagai contoh, pukul 08.47 menunjukkan lampu berwarna merah. Kemudian, 08.48 lampu sudah berwarna hijau.
Advertisement
Petugas gabungan, terdiri dari Satpol PP, polisi, dan Dishub, yang sedang mengatur lalu lintas pun mengaku tak mengetahui soal AI.
"Enggak tahu. SPLL (Sistem Pengendalian Lalu Lintas) ya itu? Dinas itu berarti," kata salah satu petugas Dishub.
"AI apa? Coba tanya di dalam yang pos polisi coba," kata salah satu petugas Satpol PP di tenda pengawas lalu lintas.
"Kita enggak tahu sih, Dishub itu mah kayaknya. Kita enggak ada gitu-gitu, info juga enggak ada," ujar polisi di dalam pos pemantau.
Lebih lanjut, merdeka.com juga melihat traffic light di Jl. Gatot Subroto-Jl. Supomo, arah Tebet. Sesampainya di sana, justru alat putih tersebut tak ditemukan.
Meski demikian, di seberang jalan, di Jl. Pasar Minggu Raya-Jl. Gatot Subroto arah Semanggi, alat putih tersebut terpasang di belakang lampu lalu lintas.
Berbeda dengan sebelumnya, lampu lalu lintas ini berdurasi tiga menit. Sebagai contoh, pukul 09.38 Wib lampu menunjukkan warna merah. Lalu, di pukul 09.41 Wib, lampu sudah berwarna hijau.
Tahun depan, Dishub berencana menambah AI di 40 titik simpang jalan. Namun, belum diungkapkan besaran anggaran untuk proyek ini.
Berikut daftar 20 titik simpang yang sudah dipasang AI:
1. Jl Jembatan 2 Raya - Jl. Tubagus Angke
2. Jl. Kyai Tapa- Jl. Daan Mogot (Grogol)
3. Jl.S Parman - Jl. Tomang Raya
4. Jl.S.Parman-Jl.KS.Tubun-Jl Gatot Subroto (Slipi)
5. Jl Gatot Subroto - Jl Rasuna Said (kuningan)
6. Jl.Gatot Subroto - Jl.Supomo (Pancoran)
7. Jl.MT haryono - Jl. sutoyo (Cawang Uki)
8. Jl. DI Panjaitan - Jl. kalimalang
9. Jl. Ahmad yani - Jl.Utan Kayu (Rawamangun)
10. Jl. Ahmad Yani- Jl.Pemuda - Jl. Pramuka
11. Jl. Ahmad Yani - Jl.H.Ten
12. Jl. Perintis Kemerdekaan - Jl. Letjen Suprapto
13. Jl. Senen Raya - Jl. Kwitang (Senen)
14. Jl. Gunung Sahari - Jl Wahidin
15. Jl. Gunung Sahari - Jl. Dokter Sutomo (MBAL)
16. Jl. Gunung Sahari - Jl Angkasa - jl Samanhudi
17. Jl. Gunung Sahari - Jl. Mangga Besar (kartini)
18. Jl. Gunung Sahari - Jl. Pangeran Jayakarta
19. Jl. Gunung Sahari – Jl. Mangga Dua
20. Jl. Perniagaan Raya - Jl.Pasar pagi flyover (Jembatan Lima)