Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengungkapkan, pembangunan sodetan kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di bagian inlet mangkrak enam tahun. Ia juga menambahkan, bagian inlet tersebut dikerjakan di kepemimpinan Anies Baswedan.
Untuk diketahui, proyek sodetan Ciliwung membentang dari titik masuknya air (inlet) di Bidara Cina dan tempat keluarnya air (outlet) di Kebon Nanas.
“Yang sana (mangkrak enam tahun), yang inletnya itu. Kan sudah dijawab Pak Gubernur waktu itu, inletnya era Pak Anies, outletnya Pak Pj (yang bangun),” kata Anwar saat ditemui di Jakarta Timur, Jumat (10/2).
Anwar juga mengungkapkan, pembangunan outlet dimulai pada 2022 hingga tahun ini. Tak hanya itu, ia juga menyebut keberlanjutan proyek ini bukan karena Anies mencabut kasasi terkait pembebasan lahan yang digugat oleh warga.
“Bukan, enggak ada kaitan sama itu (dicabutnya kasasi). Bukan kasasi, ya. Itu kan dulu kan penloknya dipindahkan. Awalnya penloknya di atas permukiman warga, dipindahkan penloknya ke aset. Gitu saja,” jelas Anwar.
Advertisement
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memuji kinerja Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang mampu melanjutkan proyek sodetan Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di Jakarta Timur yang sudah mangkrak enam tahun.
Namun, mantan anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Tatak Ujiyati, membeberkan fakta dibalik proyek sodetan kali Ciliwung. Tatak menjabarkan, proyek pengendalian banjir ini sudah dimulai sejak tahun 2013. Namun, pembangunan sempat mangkrak karena terkendala pembebasan lahan pada tahun 2015. Warga di sana mengunggat di pengadilan dan dinyatakan menang.
Pada saat itu, Ahok yang masih menjabat sebagai Gubernur DKI memilih untuk melawan gugatan di pengadilan. Namun, pada 2019, ketika kepemimpinan dipegang Anies, ia memilih untuk menerima tuntutan warga agar proyek bisa dilanjutkan.
Di lain sisi, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono juga telah memberi penjelasan. Katanya, proyek yang mangkrak berada di bagian outlet.
“Yang di outletnya, sejak berapa kurun waktu itu memang berhenti karena salurannya harus dilebarkan. Di sana ada beberapa kendala, ada rumah warga, terus ada yang harus didetailkan data dengan BPN, dengan Trisakti, dan sekarang sudah selesai,” jelas Heru.
Maka dari itu, kata heru, proyek ini tak sepenuhnya mangkrak. Sebab, masih ada beberapa bagian yang tetap dikerjakan.
“Secara fisik yang di inlet iya (ada pekerjaan) tapi secara keseluruhan kan ada beberapa kendala sehingga enggak optimal juga, enggak bisa juga (dibangun), kira kira gitu,” ujar Heru.