Sejoli Dibakar di Penjaringan, Pelaku Ternyata Suami Siri Korban & Sudah Ditangkap

Sejoli dibakar hidup-hidup di sebuah jembatan. Pelaku kesal istri sirinya punya teman kencan lain.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Sejoli Dibakar di Penjaringan, Pelaku Ternyata Suami Siri Korban & Sudah Ditangkap
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com

Kasus pelemparan molotov berisi bensin di Penjaringan terungkap. Pelaku adalah suami siri dari korban.

Peristiwa itu mengenai pasangan pria dan wanita yang sedang melintas di jembatan, Jl Jelambar Aladin, Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu (4/1). Satu korban meninggal dunia, satu lainnya mengalami luka bakar.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Wibowo mengatakan pelaku sudah ditangkap berinisial MR. Dia adalah suami siri dari korban D.

"Sudah (ditangkap) Alhamdulillah. Tadi pagi jam setengah 9 di wilayah Penjaringan," kata Wibowo saat dihubungi, Jumat (6/1).

Korban Kencan dengan Pria Lain

Wibowo menerangkan, pelaku dan korban D statusnya nikah siri. Sementara, D diduga malah menjalin hubungan lain dengan si korban yakni S.

"Kebetulan pelaku ini sudah punya istri dan juga punya anak. Tapi dia nikah siri. Kalau dengan kedua korban TTM lah (hubungannya)," ujar dia.

Guna penyelidikan lebih lanjut, pelaku digelandang ke Polsek Penjaringan. "Saat ini masih proses pemeriksaan, karena baru saja kita amankan," ujar dia.

Motif Cemburu

Saat diinterogasi, pelaku MR mengakui perbuatannya saat diperiksa. Dia mengaku cemburu.

MR cemburu melihat D jalan dengan pria lain. Hubungan antara MR dengan D pasangan siri.

"Jadi begitu ngelihat si korban jalan dengan almarhum mungkin emosi cemburu sehingga dibakar. Nanti kita dalami lagi karena pelaku kan baru kita tangkap," ujar dia.

Dalam penangkapan, turut disita barang bukti berupa plastik bekas minyak yang dilempar.

"Itu yang digunakan yang dilempar itu. Berikut dengan pakaian yang digunakan pelaku maupun korban saat kejadian," ujar Wibowo.

Setelah melukai korbannya, MR bersembunyi di kediamannya saudara kawasan Penjaringan, Jakut. Saat penangkapan, MR bersikap kooperatif.

"Pelaku kebetulan lagi ada di salah satu rumah saudara nya kita tangkap tidak ada perlawanan," ucap dia.

Rekomendasi