Polisi mengakui sempat ada hambatan dalam proses penyelidikan sekeluarga tewas di Kalideres. Selain karena waktu kematian diperkirakan sudah cukup lama, lokasi penemuan keempat jasad kurang steril.
"Karena warga yang niatnya mau membantu, langsung disiram kopi, saya kira ini mengganggu proses penyelidikan kami, baik itu kedokteran forensik maupun yang lain," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/11).
Hengki menjelaskan, di rumah yang menjadi lokasi kejadian perkara sangat banyak ditabur kopi. Biasanya, kopi memang digunakan untuk menghilangkan bau-bau menyengat.
"Kemarin kedokteran forensik melihat, ini mengganggu karena banyaknya kopi yang disebar," jelasnya.
Namun demikian, Hengki memastikan kepolisian dan tim dokter forensik tetap bekerja keras bisa membongkar sebab kematian sekeluarga ini.
"Tim kedokteran forensik masih terus teliti untuk ketahui sebab, mulai dari latar belakang dan sebagainya secara komprehensif. Kira-kira apa motifnya, ini belum final," tegas Hengki.
Sebelumnya, Hengki mengatakan berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, kecil kemungkinan sebab kematian karena pencurian.
"Hasil olah TKP kemarin ternyata tidak ditemukan jejak-jejak yang lain di luar empat penghuni ini, tidak ditemukan bercak darah, termasuk di lantai 2 kemudian semua pintu pada saat pertama kali masuk dan juga keterangan saksi itu dikunci dari dalam, termasuk di dalam kamar yang paling depan. Kita lihat bagaimana kami jelaskan tadi ternyata barang-barang ini bukan dicuri, tapi dijual," jelasnya.
"Oleh karenanya sekali lagi ini belum merupakan suatu kesimpulan, bahwa motif terjadinya pencurian dan perampokan sementara ini sangat kecil kemungkinan," tutup Hengki.