Catatan Evaluatif di Buku "Jejak Permanen Anies Baswedan, Signature untuk Jakarta"

Jejak rekam dan catatan kritis kepemimpinan Anies di DKI Jakarta selama lima tahun ini dibukukan oleh Lahyanto Nadie, wartawan senior yang membangun karir jurnalistiknya di Bisnis Indonesia.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Catatan Evaluatif di Buku "Jejak Permanen Anies Baswedan, Signature untuk Jakarta"
Buku baru Jejak Permanen Anies Baswedan, Signature untuk Jakarta.. ©2022 Merdeka.com

Pada Ahad lalu (16/10), masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi berakhir.

Anies memulai masa jabatan sebagai Gubernur DKI berpasangan dengan Sandiaga Uno pada 2017. Kemudian Anies dibantu Wakil Gubernur baru, Ahmad Riza Patria, mulai April 2020.

Lima tahun bekerja sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies telah banyak melakukan pekerjaan besar bagi kota Jakarta. Meski tidak sedikit pekerjaan rumah (PR) yang ditinggalkannya.

Jejak rekam dan catatan kritis kepemimpinan Anies di DKI Jakarta selama lima tahun ini dibukukan oleh Lahyanto Nadie, wartawan senior yang membangun karir jurnalistiknya di Bisnis Indonesia.

Biasa disapa Bang Lay, wartawan senior ini meluncurkan buku berjudul Jejak Permanen Anies Baswedan, Signature untuk Jakarta.

Buku setebal 346 halaman ini berisikan tentang sosok, kinerja, dan evaluasi kritis terhadap Gubernur Anies yang secara resmi dicalonkan sebagai presiden oleh partai Nasdem pada pemilu 2024.

“Ini buku ke-23 yang saya terbitkan setelah pensiun dari Bisnis Indonesia sejak 4 tahun lalu,” kata Bang Lay dalam keterangannya pada merdeka.com, kemarin.

Buku ini terdiri atas lima bab dan diterbitkan oleh Pustaka Kaji. Bab pertama membahas tentang Janji Anies. Pidato perdana ketika Anies pertama kali tampil sebagai gubernur dan mengulas peran masyarakat Betawi merawat Jakarta.

Bab kedua, membahas tentang kinerja Anies sehingga menjadi jejak permanen, sementara bab 3 mengulas anugerah dan prestasinya membangun Jakarta.

Di bab empat berisi sikap kritis penulis terhadap kinerja Gubernur Anies, berisikan pekerjaan rumah yang belum tuntas. Sejarawan Betawi JJ Rizal turut menyumbangkan tulisannya dalam bab ini.

Catatan Evaluatif dari Bang Yos dan Foke

Yang menarik pada bagian akhir, bab 5, adalah evaluasi dari publik yang merupakan opini para tokoh nasioal, serta gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dari masa ke masa.

Evaluasi terhadap kinerja Gubernur Anies antara lain ditulis Eddie M Nalapraya (Wagub DKI Jakarta periode 1983-1986), Sutiyoso (Gubernur DKI Jakarta 1997-2007), dan Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta 2007-2012).

“Fauzi Bowo atau Bang Foke menuliskan evaluasinya dari Jerman,” kata Bang Lay yang juga penguji kompetensi wartawan di Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) dan anggota Kelompok Kerja Pendidikan Dewan Pers (2019-2022).

Menurut dia, para evaluator itu memberikan pandangannya secara obyektif sehingga buku ini bermanfaat untuk para pengambil kebijakan baik pemerintah, politisi, maupun dunia bisnis. Bagi kalangan akademis, buku ini sarat dengan bahan diskusi ilmiah sehingga produktif untuk dikaji secara ilmiah.

Bang Lay menjelaskan, buku ini bukan pujian buat Anies. Dia berupaya untuk menulisnya secara objektif dengan melontarkan saran dan kritik, karena PR Anies belum diselesaikan hingga masa jabatannya berakhir. Misalnya, beberapa kali kritiknya di media massa tentang trotoar dan disampaikan ke Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), tapi tak ada respons. Begitu pun melalui cara informal, mulai dari diskusi tingkat RT hingga tingkat kelurahan, hingga kini tak terealisasi.

“Geregetan juga sih,” kata anggota Forum Pengkajian dan Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan ini.

Tim penulis buku ini terdiri dari Hamzah Ali, Muhammad Idris, dan Yahya Andi Saputra. Dihiasi foto-foto karya Ferdiansah Djoenaedi dan Syarif Rohimi, dokter spesialis anak yang menekuni fotografi.

Sedangkan editornya adalah wartawan senior Ahmad Djauhar, pemimpin redaksi Bisnis Indonesia (2002-2011) dan anggota Dewan Pers (2017-2022). Prolog ditulis oleh budayawan N. Syamsuddin Ch. Haesy.

Rekomendasi