Kepolisian telah menangkap empat tersangka perampokan toko emas di ITC BSD, Serpong, Tangerang. Diduga, keempat pelaku terafiliasi kelompok teroris.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, dugaan tersebut muncul lantaran para pelaku selalu menyasarkan targetnya di sebuah toko emas dan menggunakan senjata api.
"Iya sedang didalami," kata Hengki saat dihubungi, Jumat (30/9).
Advertisement
Para pelaku, disebut Hengki, merupakan spesialis perampokan toko emas yang sudah beraksi tiga kali di tempat yang berbeda.
"Pasar Kemis, Cikupa, dan yang baru adalah di Serpong," jelas Hengki.
Pihaknya menggandeng Densus 88 untuk mendalami keterkaitan dengan jaringan teror. Polisi juga telah menyita dua senjata pabrikan serta peluru yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksi perampokan serta sebuah sepeda motor.
"Polisi telah menyita barang bukti di antaranya 2 pucuk senjata api jenis G2 Combat Kaliber 9mm Pindad dan FN, Lima butir peluru kaliber 9mm, satu unit sepeda motor Honda Megapro warna putih Nopol B 3763 NXH," kata dia.
Advertisement
Atas perbuatannya para pelaku dijerat pasal 365 tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 9 tahun penjara.
Sebelumnya diberitakan, seorang pecatan TNI ikut andil dalam kasus perampokan toko emas di Pusat di kawasan Serpong Tangerang. Dia adalah MK yang ditangkap bersamaan dengan tiga orang pelaku lain yakni S (37), TH (37) dan H (34).
Mereka ditangkap di tiga lokasi berbeda yaitu Leuwisadeng Jawa Barat, Grobogan Jawa Tengah dan Benda Tangerang Banten.