Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Pasar Cipinang Kebembem pada Kamis (22/9). Anies mengatakan, salah satu bentuk revitalisasi yang dilakukan adalah menerapkan zero run off yang berarti, air hujan akan jatuh ke sumur resapan untuk pengendalian banjir di lokasi tersebut.
"Pasar Induk Cipinang ini dibuatkan juga prinsip zero run off. Artinya, air hujan yang jatuh di dalam kompleks ini tidak dialirkan ke gorong-gorong di luar tapi disiapkan sumur resapan," kata Anies kepada wartawan.
Adapun sumur resapan yang dibangun berjumlah 583 buah. Maka dari itu, air dari Pasar Cipinang Kebembem tidak keluar dan diturunkan ke dalam tanah.
"(Terdapat) 583 sumur resapan. Jadi, prinsip zero run off artinya kalau ada air di luar sini, maka Pasar Induk bisa bilang kami tidak menyumbang air keluar karena seluruh airnya dipertahankan di dalam pagar, tapi diturunkan ke dalam tanah," tambah Anies.
Advertisement
Selain itu, disediakan juga lokasi untuk buruh yang diklaim lebih nyaman dari sebelumnya.
"Teman-teman bisa lihat di sini, ada sebuah lokasi yang dibangun untuk para pekerja buruh di Pasar Induk ini sehingga mereka lebih punya tempat tinggal yang lebih layak dan yang tempat tinggal yang nyaman dibandingkan sebelumnya," tambah Anies.
Untuk diketahui, terdapat 138 unit tempat usaha di Pasar Cipinang Kebembem yang terdiri dari 98 Kios (2x3m) di lantai dasar, 40 Kios (2x3m), dan area food court di lantai 1.
Selain itu, dilengkapi juga dengan musala, ATM Center, area serbaguna yang akan diperuntukkan untuk olahraga badminton/futsal, ruang laktasi, area jemur dan mandi unggas bersama, CCTV, dan fire alarm.
Sebelumnya, konsep zero run off juga digunakan pada Jakarta International Stadium (JIS), yaitu air hujan yang jatuh di kompleks tak akan dialirkan ke luar area JIS tetapi diserap tanah.