Usaha Pemprov DKI agar meningkatkan minat warga bersepeda tak bersambut baik. Layanan bike sharing (penyewaan sepeda), yang disediakan Pemprov DKI di beberapa titik, teronggok tak terawat karena minimnya minat warga.
Dinas Perhubungan sebagai pihak yang menangani transportasi di Jakarta tidak merespons perihal kondisi tersebut. Secara diplomatis, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Yayat Sudrajat menyampaikan penyediaan bike sharing sebagai wujud komitmen pemerintah menyiapkan transportasi ramah lingkungan.
"Pada prinsipnya pemerintah provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menyediakan dan memperbaiki layanan sepeda sebagai bagian dari usaha berkesinambungan menciptakan moda transportasi ramah lingkungan," ujar Yayat kepada merdeka.com, Minggu (24/7).
Di satu sisi, meski kondisi bike sharing terpantau kusam karena minim pemanfaatan, Yayat menyampaikan bahwa lokasi titik sharing bike justru bertambah. Dari semula ada 63 titik menjadi 79 titik bike sharing yang bisa dimanfaatkan warga.
"Saat ini jumlah titik tambat sepeda sewa sudah bertambah dari menjadi 79 titik tambat dengan jumlah sepeda 417 unit," sebutnya.
Diketahui, kondisi sepeda sewaan milik Pemprov DKI Jakarta terpantau memprihatinkan. Penyewaan sepeda milik Pemprov DKI Jakarta yang diberi nama 'Gowes' terlihat tidak terawat dan terdapat kerusakan di beberapa bagian dari sepeda sewa tersebut.
Rantai sepeda dan beberapa bagian sepeda terlihat sudah berkarat. Bagian jok, stang, warna sepeda terlihat memudar.