PSI Ungkap Angka Demam Berdarah di Jakarta Mengkhawatirkan

Dari data PSI, Jakarta Barat merupakan wilayah terdampak cukup parah dari kasus demam berdarah.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
PSI Ungkap Angka Demam Berdarah di Jakarta Mengkhawatirkan
Fogging nyamuk demam berdarah. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad mengatakan angka kasus demam berdarah di Jakarta sangat mengkhawatirkan. Dari data PSI, Jakarta Barat merupakan wilayah terdampak cukup parah dari kasus demam berdarah. Namun, Idris tidak merinci data jumlah kasus di masing-masing wilayah Jakarta.

"Sebanyak 777 kasus hanya dalam waktu enam minggu dari bulan Januari hingga 14 Februari 2022. Jakarta Barat paling parah, disusul Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan," kata Idris dalam keterangannya, Selasa (22/2).

Idris juga menyoroti beban fasilitas kesehatan yang tengah menangani pandemi Covid-19, ditambah kenaikan kasus demam berdarah selama musim hujan.

Dia menyarankan petugas puskesmas bersama kader jumantik lebih aktif memberikan edukasi terhadap upaya pencegahan Covid-19 dan demam berdarah.

Selain itu, kerja bakti di tingkat RT dan RW kembali dioptimalkan. Idris khawatir, musim hujan yang masih berlangsung saat ini menambah angka kasus demam berdarah.

"Curah hujan makin makin beberapa waktu ini. Kami takut kita tidak siap. Tenaga kesehatan kita kewalahan bahkan jatuh sakit," kata Idris.

Atas kondisi ini, dia berharap agar Gubernur Anies Baswedan harus memberikan perhatian khusus terhadap isu tersebut.

"Ini perlu tinjauan langsung dari Gubernur Anies. Kami ingin beliau husnul khotimah, baik di akhir masa jabatan," tuturnya.

Rekomendasi