Stok AstraZeneca Banyak, Dinkes DKI Minta Warga Tak Pilih-Pilih Vaksin Booster

Merujuk laporan Ministerio de Salud, Chile, 2021 bahwa manfaat AstraZeneca lebih unggul dibandingkan Pfizer.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Stok AstraZeneca Banyak, Dinkes DKI Minta Warga Tak Pilih-Pilih Vaksin Booster
Vaksin booster untuk tenaga kesehatan dan warga. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, mengingatkan warga Jakarta tidak memilih merek vaksin tertentu untuk vaksin booster. Saat ini, ketersediaan vaksin untuk dosis ketiga di Jakarta lebih banyak AstraZeneca.

"Saat ini, Jakarta sedang masif menggunakan vaksin AstraZeneca untuk dosis ketiga atau booster karena memang jenis itu yang sekarang tersedia," ujar Widya, Rabu (9/2).

Merujuk laporan Ministerio de Salud, Chile, 2021 bahwa manfaat AstraZeneca lebih unggul dibandingkan Pfizer.

Dalam laporan itu, vaksinasi booster menggunakan vaksin AstraZeneca efektif mencegah gejala apabila terpapar Covid-19 sebanyak 93 persen. Sedangkan vaksin Pfizer sebesar 90 persen.

Selain itu, booster menggunakan vaksin AstraZeneca juga efektif mencegah rawat inap apabila terpapar Covid-19 sebesar 96 persen, sedangkan vaksin Pfizer sebesar 87 persen.

"Untuk itu, bagi seluruh masyarakat Jakarta, mari manfaatkan kesempatan dan ketersediaan vaksin saat ini di fasilitas-fasilitas kesehatan maupun sentra vaksinasi yang tersebar di berbagai wilayah. Ayo vaksin, lindungi diri dan sekitar,” ajaknya.

Pada tiga bulan pertama 2022, Kementerian Kesehatan memprioritaskan vaksin AstraZeneca sebagai vaksin booster. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan keputusan tersebut karena stok vaksin AstraZeneca masih banyak.

"Untuk triwulan 1 tahun 2022 alokasi vaksin booster akan diutamakan untuk Vaksin AstraZeneca mengingat ketersediaan stok vaksin yang cukup banyak," kata Nadia, Sabtu (29/1).

Sesuai dengan ketentuan, vaksin AstraZeneca dapat digunakan dengan interval 8 -12 minggu, namun untuk mempercepat pencapaian dosis primer maka vaksin AstraZeneca diberikan dengan interval 8 minggu.

Pelaksanaan vaksinasi program dosis booster dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota bagi masyarakat umum tanpa menunggu target capaian 70 persen dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60 persen.

Syarat penerima vaksin booster antara lain, calon penerima vaksin menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi PeduliLindungi, berusia 18 tahun ke atas, dan telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya.

Regimen dosis booster yang diberikan pada triwulan pertama tahun 2022 yaitu untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac maka diberikan vaksin AstraZeneca, separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml).

Untuk sasaran dengan dosis primer AstraZeneca maka diberikan vaksin Moderna, separuh dosis (0,25 ml), bisa juga vaksin Pfizer, separuh dosis (0,15 ml), atau vaksin AstraZeneca, dosis penuh (0,5 ml).

Rekomendasi