Sekjen Habib Rizieq Shihab Center, Haikal Hassan batal memenuhi panggilan polisi hari ini. Ia sedianya diperiksa sebagai saksi atas kasus mimpi bertemu Rasulullah. Haikal mengkonfirmasi ketidakhadiran ke penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
"(ustaz Haikal Hassan) tidak hadir," kata Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Rovan Richard Mahenu saat dihubungi awak media, Jumat (26/11).
Rovan menerangkan, alasan ketidakhadiran Haikal Hasan karena kondisi istri sedang kurang sehat. Penyidik mengatur kembali agenda pemeriksaan terhadap Haikal Hassan.
"Istri lagi sakit, (pemeriksaan ulang) masih dikoordinasikan," terang dia.
Sebelumnya, Haikal mengaku ceritanya bertemu dengan Rasulullah hanya sekadar memotivasi keluarga korban penembakan yang hadir di pemakaman. Dia pun tak menyangka, ada orang yang merekam dan menyebarkan ke media sosial.
"Saya tidak tahu yang ngerekam orang saya tidak pernah nyebarin ke mana-mana kan saya lagi ngehibur. Sekarang gini deh ada orang meninggal karena kecelakaan boleh enggak kita hibur. Sudah jangan nangis begitu mudah-mudahan anak lo masuk surga. Begitu doang," papar dia, Rabu (23/12/2020).
Haikal Hassan menyampaikan ceramah saat prosesi pemakaman lima anggota Laskah Khusus Front Pembela Islam (FPI). Forum Pejuang Islam Gus Rofi'i yang mempersoalkan isi ceramahnya. Menurut keterangan Gus Rofi'i, pengakuan Haikal Hassan yang mengaku bermimpi bertemu Rasulullah berpotensi menimbulkan kegaduhan.
Laporan tercatat dengan nomor laporan polisi TBL/7433/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. Selain Haikal Hassan, mereka turut melaporkan pemilik akun @wattisoemarsono yang memviralkan ceramah Haikal Hassan.
Mereka dinilai melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156 huruf A KUHP dan atau Pasal 14 dan 15 Undang-Undang nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com