Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan Pemprov DKI menyediakan 9.084 yang tersebar di beberapa lokasi isolasi. Penambahan tempat tidur seiring dengan lonjakan kasus positif Covid-19.
"Jadi kami siapkan 9.084 tempat tidur yang kami siapkan untuk isolasi mandiri," ucap Riza, Rabu (23/6).
Politikus Gerindra itu menuturkan gelanggang olahraga, rumah susun, dan aset atau fasilitas yang dikelola Pemprov akan dialihfungsikan menjadi lokasi isolasi terkendali. Dia menuturkan, penambahan lokasi baru untuk isolasi agar tidak terjadi kelebihan daya tampung di Wisma Atlet.
Nantinya, sambung Riza, lokasi baru isolasi akan diisi pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan.
"Pemerintah pusat ke depan Wisma Atlet yang dipakai untuk pasien Covid-19, sedang atau tempat tak bergejala kita usulkan dijadikan rumah sakit darurat," katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI telah menambah rumah sakit rujukan Covid-19 per 17 Juni 2021. Semula, ada 106 rumah sakit menjadi 140 rumah sakit.
"Per 17 Juni meningkat jadi 140 rumah sakit," ucap Anies di Balai Kota, Selasa (22/6).
Dari jumlah total rumah sakit rujukan, sebanyak 32 rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta. Dari 32 rumah sakit, hanya 13 rumah sakit secara khusus hanya melayani pasien Covid-19. Sementara sisanya, turut melayani pasien Covid-19 dan non Covid.
Meski demikian, Anies membatasi rumah sakit Pemprov DKI yang melayani pasien non Covid tidak melebihi dari 50 persen kapasitas tempat tidur.
"Dari 32 itu ada 13 rumah sakit yang 100 persen hanya untuk penanganan Covid-19. Lainnya menampung pasien Covid sampai melebihi 60 persen kapasitas rumah sakitnya," tandasnya.