Jakarta Selalu Kebanjiran di Musim Hujan, Begini Solusi Cawagub Nurmansjah Lubis

Banjir di musim hujan menjadi satu kondisi pasti di DKI Jakarta. Sebagai calon Wakil Gubernur DKI, Nurmansjah Lubis menyebut dua formula penanganan banjir berdasarkan jangka pendek dan panjang.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Jakarta Selalu Kebanjiran di Musim Hujan, Begini Solusi Cawagub Nurmansjah Lubis
Nurmansjah Lubis. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Banjir di musim hujan menjadi satu kondisi pasti di DKI Jakarta. Sebagai calon Wakil Gubernur DKI, Nurmansjah Lubis menyebut dua formula penanganan banjir berdasarkan jangka pendek dan panjang.

Untuk jangka pendek, Nurmansjah meminta seluruh dinas terkait secara rutin merawat dan memaksimalkan fungsi drainase, terlebih saat musim hujan selesai.

Cawagub yang diusulkan Fraksi PKS itu menilai waktu terbaik mengantisipasi banjir yaitu saat musim kemarau.

"Ya saya pikir kalau jangka pendeknya harus sigap saluran-saluran yang diduga misalnya memberikan genangan yang lama itu yang dalam jangka pendek jadi artinya drainase yang ada di seluruh Jakarta harus diperhatikan sepanjang tahun," kata Nurmansjah, Minggu (23/2).

Sementara untuk jangka panjang, ia mengaku masih ada program yang tak kunjung selesai seperti normalisasi sungai, naturalisasi sungai, sodetan, dan pembuatan bio pori.

Pria yang akrab disapa Ancah itu bahkan mengatakan jika efektivitas biopori dikombinasikan dengan fungsi drainase daya tampung airnya akan besar. Yang artinya jumlah ketinggian banjir dan genangan bisa dikurangi.

Namun, kata Ancah, hasil maksimal jika pembuatan biopori tidak hanya di Jakarta, melainkan juga di Bogor.

"Apalagi biopori itu bukan hanya di Jakarta, di Bogor juga harus kalau ada 500 ribu bio pori di Bogor itu bisa menampung sekian dari stadion GBK ada tuh. Bayangin. Waktu itu saya terima dari Bappenas tuh jadi asumsi kalau bio pori 500 ribu 1 m x 1,5 m itu membantu mengurangi kiriman banjir," jelasnya.

Rekomendasi