Driver ojek online (ojol) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kementerian Perhubungan dan Istana Negara terkait dengan evaluasi tarif pada hari ini, Rabu (15/1). Sebanyak 1.500 personel gabungan TNI-Polri diterjukan ke lapangan untuk mengamankan jalannya aksi.
"Untuk demo ojol di depan Istana dan buruh di Patung Kuda, kekuatan personel pengamanan sekitar 1.500 personel," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Rabu (15/1)
Dia mengimbau kepada driver yang melakukan aksi agar mematuhi aturan dengan tidak membawa barang-barang yang tidak diperbolehkan seperti senjata tajam.
"Kita imbau massa tertib dan jangan membawa barang-barang yang tidak diperbolehkan seperti senjata tajam dan lain-lain," ujarnya.
Advertisement
Seperti diketahui, ribuan driver ojek online hari ini akan menggelar aksi soal evaluasi tarif di depan kantor Kemenhub dan Istana Negara.
Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengatakan, para driver, khususnya yang dari daerah, ingin besaran tarif dalam Keputusan Menteri 348 Tahun 2019 dievaluasi. Para driver meminta agar tarif disesuaikan per provinsi bukan per zona seperti dalam Kepmen 348.
"Jadi ini kan ada teman-teman perwakilan daerah juga. Mereka dari daerah maunya tarif itu diatur sama provinsi. Selama ini kan pakai Kepmen 348 sistem zonasi, nah kita mau jadi per provinsi aturan tarifnya," kata Igun.