Banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, memakan korban jiwa. Dua orang meninggal dunia akibat tersengat listrik dan kedinginan.
Pantauan Liputan6.com, Rabu (1/1), petugas gabungan dari TNI Polri, SAR BPBD, dan Pemadam Kebakaran tampak mengevakuasi seorang pria paruh baya. Dia meninggal dunia lantaran terlambat dievakuasi dan kedinginan di rumahnya.
Posisi permukiman yang sempit gang pun menyulitkan proses evakuasi. Sebab, tiga perahu karet terlalu besar dan tidak muat untuk melintas gang tersebut.
Petugas pun berkoordinasi mengambil perahu karet tambahan yang lebih kecil. Termasuk untuk mengevakuasi jenazah pria yang tersengat aliran listrik saat banjir terjadi.
Dalam proses evakuasi itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ternyata datang ke lokasi. Dia pun memastikan seluruh petugas akan bekerja keras membantu warga terdampak banjir.
"Kami datang untuk memastikan warga dapat dievakuasi dan selamat," kata Anies.
Di Cipinang Melayu, tampak puluhan rumah terendam banjir setinggi atap. Sebagian warga dengan kediaman yang lebih tinggi pun masih bertahan.
Advertisement
Satu Keluarga Dievakuasi dari Rumah Berjarak 200 Meter Tepian Kali Cipinang
Seorang bayi terjebak banjir dievakuasi polisi setelah kediamannya di Cipinang Melayu direndam banjir. Bayi yang belum diketahui identitas ini terjebak banjir bersama orangtuanya.
"2 keluarga yang di antara ada 1 anak bayi terjebak banjir di rumah di tengah-tengah lokasi banjir jarak rumah korban dengan tepian kurang lebih 200 meter," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Rabu (1/1).
Yusri mengatakan, banjir di lokasi mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter. Polisi terus berupaya menyelamatkan warga yang terjebak banjir.
"Kita turunkan anggota Polair Polda Metro Jaya," katanya.
Saat mengevakuasi ditemukan warga yang meninggal dunia. Namun, belum diketahui penyebabnya.
"Yang meninggal dunia atas nama Mokh Ali, 82 tahun guru ngaji," pungkasnya.
Reporter: Nanda Perdana Putra