Ultah DKI, Anies Pamerkan Inovasi Baru dari MRT hingga Revolusi Industri

Ultah DKI, Anies Pamerkan Inovasi Baru dari MRT hingga Revolusi Industri. Dalam penerapan teknologi digital hasil kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dengan sejumlah instansi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Ultah DKI, Anies Pamerkan Inovasi Baru dari MRT hingga Revolusi Industri
Halal Bihalal PNS Pemprov DKI. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memamerkan sejumlah program inovasi wujud Wajah Baru Jakarta ketika memberikan sambutan di rapat paripurna HUT ke-492 Kota Jakarta. Mulai dari sistem layanan pembayaran belanja daerah dan pajak pusat melalui SP2D online dan real time hingga menyambut Revolusi Industri 4.0.

Lalu Anies menyebut produk inovasi dalam bidang pelayanan kesehatan melalui sistem e-Jiwa, DBDKlim dan JakTrack. Dalam penerapan teknologi digital hasil kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dengan sejumlah instansi.

"Dengan adanya sistem yang terhubung melalui aplikasi pintar dalam komputer maupun ponsel. Layanan kesehatan in diharapkan pengorganisasian data kesehatan dapat cepat di analisis. Kemudian dari data tersebut dapat diberikan penanganan secara holistis," kata Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Sabtu (22/6/2019).

Inovasi selanjutnya menurut Anies yakni beroperasinya Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase 1, Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) sampai Stasiun Lebak Bulus. Dia menyebut MRT itu merupakan salah satu ikon transportasi di Jakarta.

"Memperoleh antusiasme tinggi dari setiap elemen warga kota, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara," ucapnya.

Lalu adanya revitalisasi fasilitas pejalan kaki, jembatan penyeberangan orang (JPO), jembatan penyeberangan multiguna (JPM), dan terowongan penyeberangan orang yang representatif.

"Atas usaha integrasi antar moda transportasi dan revitalisasi fasilitas pejalan kaki ini, Jakarta berhasil menorehkan prestasi penurunan kemacetan terbesar dari 403 kota dunia sesuai yang diukur oleh TomTom Traffic Index 2018," ujar Anies.

Kemudian yakni inovasi dalam konsistensi pelaksanaan program e-cashless, e-planning, e-budgeting, e-procurement, e-kinerja yang bekerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta, serta unsur perguruan tinggi.

"Mengedepankan belanja yang menunjang pertumbuhan ekonomi, peningkatan penyediaan lapangan kerja dan upaya pengentasan kemiskinan, serta mendukung kebijakan Nasional," jelasnya.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi