Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede mengatakan selama ini tidak ada sikap warga yang menolak penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tanah Abang, khususnya di Jalan Jati Baru sekarang. Sebab pihaknya hingga kini juga belum pernah menerima keluhan warga terkait penataan tersebut.
"Satu hal yang menurut hemat saya, bahwa seluruh stakeholder yang di sana itu tidak ada yang ristensi, karena tidak ada yang protes," kata Mangara dalam jumpa pers evaluasi Tanah Abang di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (5/1).
Menurutnya jika banyak pihak seperti ojek online dan supir angkutan yang merasa dirugikan, maka akan banyak demonstrasi. Karena itu dia berani mengklaim hingga kini belum ada pihak yang menyampaikan keluhan secara resmi.
"Kalau saja misalnya toko-toko itu juga protes pasti mereka juga menyampaikan. Jadi sampai dengan sekarang Pak Wagub, saya laporkan, saya belum menerima protes," tandasnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menelaah mengkaji dan mengevaluasi penataan yang tengah dilakukan di kawasan Tanah Abang. Evaluasi itu dilakukan setiap hari Jumat dalam bentuk konferensi pers.
Dalam konferensi pers ini mereka juga mengklaim dari 22 Desember 2017 sampai 4 Januari 2018 rata-rata terjadi penurunan jumlah laporan kemacetan sebesar 46 persen untuk hari kerja, dan 25 persen untuk Sabtu Minggu, dibandingkan sebelum penataan (1-21 Desember 2017).