Penanganan 5 korban penyekapan fokus pada pemulihan psikis dan fisik

Penanganan 5 korban penyekapan fokus pada pemulihan psikis dan fisik. Salah satu korban, Anet hari ini menjalani rontgen. Dalam waktu tidak lebih dari sepekan, para korban sudah diperbolehkan pulang.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Penanganan 5 korban penyekapan fokus pada pemulihan psikis dan fisik
Pemakaman korban pembunuhan Pulomas. ©2016 merdeka.com/arie basuki

ZKA (13) alias Anet yang menjadi salah satu korban penyekapan di Pulomas, Jakarta Timur, saat ini dirawat di Rumah Sakit Kartika Pulomas, Rabu (28/12). Korban sempat menjalani rontgen."Semua itu hanya standar operasional saja, untuk manajemen penangan awal. Untuk masing-masing dugaan trauma akan diperiksa," tutur Manajemen Medis RS Kartika Pulomas, Said Rizal di Jakarta.Lebih lanjut pihaknya enggan menjelaskan secara rinci tentang luka yang ada di masing-masing pasien. Sebab hal itu harus dikoordinasikan dengan pihak Kepolisian."Untuk luka-luka itu nanti polisi yang ngasih tahu. Untuk saat ini semua kembali ke polisi," singkat Said. Hingga saat kata Said kelima pasien yakni Anet, Emi, Windy, Santi dan Fitriani menjalani perawatan di ruang VIP. Tak hanya itu kunjungan terhadap para korban pun harus melalui izin Kepolisian. "Kemungkinan 3-4 hari lagi lah (boleh pulang), kita perbaiki psikis dan fisiknya. Fisik sistem geraknya dia, jadi masih dalam pemulihan sesuai kondisi," tutur Said. Anet sempat diperbolehkan ikut menghadiri prosesi pemakaman ayahnya, Dodi Triono dan dua saudaranya. "Itu sudah ada izin polisi dan rumah sakit. Ditemani suster dan polisi," terang Said.

Rekomendasi