Kejahatan di dalam transportasi umum semakin meningkat dengan modus yang beragam. Salah satunya adalah kejahatan di dalam kereta. Meskipun sistem keamanan sudah ditingkatkan, tak lantas membuat angka kejahatan hilang atau menurun.Pada akhirnya, para penumpang masih belum bisa merasa aman dan harus tetap menjaga kewaspadaan terhadap keselamatan dan barang bawaan masing-masing.Satgas Marinir PAM PT. KAI mencatat setidaknya ada 92 pelaku kejahatan di kereta dan stasiun yang tertangkap tangan. Kasus kejahatan di kereta ini meningkat jelang akhir tahun, per Oktober sampai November 2016, ada 32 pelaku yang berhasil dibekuk penumpang dan petugas.Salah satu petugas, Sukimin mengatakan, jumlah kejahatan yang pelakunya tidak tertangkap jauh lebih besar."Korban biasanya enggak sadar sudah kecopetan baru sadar pas udah turun, kecopetannya enggak tahu dimana pas lagi di jalan," kata Sukimin di stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (08/12).Sukimin mengaku petugas tidak bisa melakukan apa-apa jika hal seperti itu terjadi, dia mengimbau agar penumpang selalu waspada. "Ya gimana lagi pelakunya enggak ketahuan susah nangkapnya," keluhnya.
Pelaku kejahatan di KRL ©2016 merdeka.com/yayu
Untuk menekan angka kejahatan, pihak stasiun Manggarai memajang foto para pelaku kejahatan yang tertangkap tangan dengan maksud agar pengguna KRL bisa mengenali wajah mereka dan menjadi efek jera buat pelaku. Para pelaku ini ditangkap di beberapa stasiun berbeda, tapi mayoritas tertangkap di stasiun Manggarai yang merupakan stasiun transit terbesar."Biar orang tahu identitasnya karena pelaku ini ada yang udah pernah ditangkap juga sebelumnya," kata salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya.Dalam daftar pelaku kejahatan ini memang terdapat beberapa di antaranya pencopet kelas kakap yang merupakan residivis. Pelaku kejahatan pun beragam, mulai dari orangtua, dewasa hingga remaja, bahkan ada ibu-ibu.Kasus pencurian di atas KRL dan stasiun ini targetnya mulai dari telepon genggam (HP), dompet, laptop hingga tas barang. Selain kasus pencurian, yang tak kalah banyak adalah kasus pelecehan seksual. Tak hanya dilakukan oleh lawan jenis, kini pelecehan seksual sesama jenis pun sudah mulai muncul.Baru-baru ini, seorang pria tua yang identitasnya tidak diungkap tertangkap tangan karena melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang pria lainnya. Dia dilaporkan oleh korban karena korban merasa tidak diterima dengan perlakuan pelaku."Kalau kronologi lengkapnya saya tidak tahu karena kebetulan waktu itu bukan jadwal piket saya, tapi itu atas laporan korban," ungkap Sukimin.
Pelaku kejahatan di KRL ©2016 merdeka.com/yayu
Salah seorang penumpang bernama Andi menuturkan, pengalamannya ketika dia menerima perlakuan tak senonoh dari sesama jenis."Waktu itu kereta agak kosong, jadi saya kebagian duduk, biasanya sih berdiri. Orang di pinggir saya naruh tangannya di atas paha saya lalu saya tepis. Tapi dia taruh lagi tangannya di paha saya, lama-lama saya risih dan akhirnya pindah," bebernya.Petugas yang disiagakan di dalam gerbong kereta tak bisa mencegah terjadinya kejahatan apalagi penumpang kereta selalu berjubel penuhnya di jam-jam sibuk. Untuk kenyamanan dan keselamatan, setiap penumpang hendaknya selalu waspada dan menjaga barangnya sendiri dengan baik.
Advertisement