Ahok resmikan RPTRA, Sandiaga gelar pelatihan wirausaha di Tebet

Ahok resmikan RPTRA, Sandiaga gelar pelatihan wirausaha di Tebet. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan meresmikan RPTRA Akasia, Tebet, Jakarta Selatan. Selain ada penolakan terhadap Ahok, ternyata calon Wakil Gubernur DKI dari Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno juga datang kawasan yang sama.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Ahok resmikan RPTRA, Sandiaga gelar pelatihan wirausaha di Tebet
Pelatihan wirausaha oleh Sandiaga. ©2016 Merdeka.com/Fikri Faqih

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan meresmikan ruang terbuka publik ramah anak (RPTRA) Akasia, Tebet, Jakarta Selatan. Selain ada penolakan terhadap mantan Bupati Belitung Timur itu, ternyata calon Wakil Gubernur DKI dari Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno juga datang kawasan yang sama.Berdasarkan pantauan merdeka.com, Sandiaga akan menggelar pelatihan kewirausahaan dan keuangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Lokasi pelatihan berada di depan taman yang diresmikan oleh Basuki atau akrab disapa Ahok itu."Rencananya Pak Sandi akan memberikan pelatihan jam 09.00 WIB. Mungkin sekarang sedang di jalan," ujar salah satu panitia penyelenggara pelatihan, Tebet, Jakarta Selatan‎, Jumat (21/10).‎Sebelumnya, aksi penolakan yang dilakukan oleh sekitar tiga puluh orang tersebut meminta proses hukum terkait pernyataan Basuki atau akrab disapa Ahok soal surat Al Maidah ayat 51 terus berlanjut. Sebab dianggap telah melakukan penistaan terhadap Alquran.Salah seorang demonstran, Mimi (45) mengatakan, sangat kecewa terhadap cara Ahok melakukan normalisasi sungai ‎dengan melakukan penggusuran. Sebab pada akhirnya warga yang direlokasi tidak mendapatkan hunian tetap, melainkan hanya ruang untuk sewa."Saya pernah jadi korban penggusuran di bantaran Kali Ciliwung, bahkan kami mendapatkan uang kerohiman. Selain itu kami juga hanya membeli (rusun) Rp 6 juta tapi jadi hak milik kita, sekarang gak. Mereka hanya dikasih gratis enam bulan sisanya harus bayar," katanya saat melakukan aksi di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/10).Ibu rumah tangga yang tinggal di Tebet ini mengharapkan, pihak kepolisian tetap melakukan proses hukum terhadap mantan politisi Gerindra ini. Sebab dianggap telah melakukan penistaan terhadap Alquran."Harapan saya okelah dia menistakan Alquran dan harus diproses hukum. Hukum jangan tajam ke bawah dan tumpul ke atas," tegasnya.Mimi juga meminta agar Ahok tidak lagi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebab dia menilai, kepemimpinannya hanya menjadi perpanjangan tangan bagi para pengusaha dan pengembang."Kita bangsa Indonesia harus ngerti, menodai agama kita jangan sampai negara kita dirampas," tutupnya.

Rekomendasi