'Bersih karena Foke' seolah sudah disetting menjadi 'bersih karena Ahok'. Hal itu yang saat ini sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Silakan ketika kata 'bersih karena Foke' maka penelusuran Anda akan diarahkan kepada 'bersih karena Ahok?'.Namun bukan hanya saat berselancar saja. Bahkan Google Translate pun demikian. Tak percaya? silakan ketik kata 'bersih karena Foke' di Google Translate versi bahasa Inggris lalu terjemahkan dalam bahasa Indonesia. Enter. Maka akan muncul kata 'bersih KARENA Ahok'.Jika di depan kata bersih ditambah kata Jakarta, Jepang, London atau bahkan Amerika Serikat sekalipun, terjemahan Google akan mengartikannya, 'Jepang bersih KARENA Ahok'. Entah apa sebabnya, namun kata 'bersih' dan 'Foke' seolah sudah menjadi arti kata 'Ahok' dalam Google.
Google translate ©2016 Merdeka.com
Fenomena ini muncul beberapa saat setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menanggapi pernyataan Anies Baswedan, calon pesaingnya di Pilgub DKI. Anies pernah melemparkan pernyataan bahwa proyek pembersihan sungai-sungai di Jakarta diinisiasi pada masa pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo atau Foke.Ahok lalu meminta Anies Baswedan untuk mengeceknya di Google. Dan ternyata benar, Google akan menyarankan lain dari yang kita ketik.'Did You Mean: bersih karena Ahok?'."Sebenarnya Pak Anies kalau mau lebih rajin, kamu cari di Google saja. Orang kirim ke saya, kan iseng gitu ya, 'Sungai di Jakarta bersih karena Foke', langsung keluar ditulis, 'You mean sungai bersih karena Ahok'. Itu Google gitu lho, ha-ha-ha," kata Basuki atau Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/10) kemarin.
Google translate ©2016 Merdeka.com
Mantan Bupati Belitung Timur ini membantah jika dirinya membayar Google.com agar kejadian tersebut terealisasi. Dia beralasan, tidak ada uang untuk membayar perusahaan asal Amerika Serikat tersebut."Enggak. Gila, duit dari mana. Ketik aja," terangnya.Ahok juga mengatakan dirinya tidak pernah mengeluarkan uang untuk menyewa jasa akun media sosial yang memiliki banyak pengikut dalam rangka membelanya jika ada komentar negatif."Enggak tahu. Enggak. Saya kira kita enggak pernah bayar buzzer dari dulu, saya enggak punya buzzer dari dulu," klaim Ahok.Mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, selama ini para buzzer dengan sendirinya mendukung dirinya. Bahkan, bantuan tersebut sudah dirasakannya saat maju dalam Pilgub DKI Jakarta 2012 bersama dengan Joko Widodo."Mereka saja otomatis. Kalau saya lihat gerakannya mirip kok sama dulu," terangnya.Ahok menjelaskan, tidak tahu menahu soal adanya buzzer tersebut. Bahkan, dia meminta kepada media untuk menanyakannya kepada pengamat."Saya enggak tahu. Saya enggak tahu. Kamu tanya pengamat deh, aku enggak begitu ngerti, aku kerja aja sudah," tutupnya.
Advertisement