Di bawah terpal, warga gusuran Rawajati tetap bertahan

Dinar mengatakan, kalau dirinya pedagang nasi usuk. Kini dirinya harus memutar otak demi mencari rejeki buat keluarga.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Di bawah terpal, warga gusuran Rawajati tetap bertahan
Warga Rawajati. ©2016 Merdeka.com

Setelah digusur oleh Pemprov DKI Jakarta, warga Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, masih bertahan di tengah-tengah sisa puing rumah mereka. Padahal hujan mengguyur Jakarta dari sore hari.Pantauan merdeka.com di lokasi, sisa-sisa puing hingga kini masih berserakkan. Warga bertahan di atas trotoar, dengan atap terpal seadanya.Dinar (31), salah satu warga yang ditemui merdeka.com mengatakan, kalau dirinya bertahan bersama istri, mertua, juga saudaranya yang berjumlah enam orang termasuk anaknya yang masih berumur 8 bulan, Abi.

Warga Rawajati ©2016 Merdeka.com


"Ya alhamdulillah gini-gini saja mas (bertahan), sama nyamuk-nyamuk," ujarnya di lokasi, Jumat (2/9).Sesekali dirinya menjawab pertanyaan sambil mengayun kipas kepada Abi untuk mengusir nyamuk. Dinar mengatakan, kalau dirinya pedagang nasi usuk. Kini dirinya harus memutar otak demi mencari rejeki buat keluarga. "Bagaimana mau dagang, mau masak aja susah mas. Saya dagang nasi uduk sama ketupat sayur. Mungkin saya ngojek, biar dapat duit untuk beli susu bocah," ujarnya sambil menahan kesedihan."Ini saja tenda nutur (cari di tempat puing). Tapi tadi dapat satu tenda sama obat-obatan dari yayasan Bunga Bungsu," sambungnya.

Warga Rawajati ©2016 Merdeka.com


Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) ditertibkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Sebagai gantinya, warga diminta tinggal di Rusun Marunda dengan sistem sewa.

Rekomendasi