Penyidik Polres Metro Jakarta Pusat hingga kini masih mendalami kasus laporan pencabulan terhadap siswi magang diduga dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Suku Dinas (Sudin) Pariwisata Wali Kota Jakarta Pusat. Senin mendatang, rencananya pelapor berinisial FAR (17) itu akan menjalani tes psikologi."Tadinya hari ini mau di tes psikolog. Tesnya di TP2TP2A kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Namun karena psikolognya engga ada jadi kami rencana jadwalkan hari Senin mendatang," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Kompol Tahan Marpaung, saat dikonfirmasi, Jumat (12/8).Tahan mengungkapkan, tes tersebut seharusnya dilaksanakan Rabu atau Kamis kemarin, namun pada Rabu, FAR mengaku sedang tak enak badan. Sedangkan pada hari Kamis, pelajar SMK itu mengungkapkan kecapean meski diketahui hari itu ia menemui Komnas PA, Aris Merdeka Sirait."Nah nanti kamu nunggu hasil tesnya. Tes psikologi itu harus 2-3 kali baru kami dapet hasilnya," kata dia.Sementara untuk hasil visum siswi yang dianggap aneh oleh sang kuasa hukum, Herbert Aritonang, Tahan menuturkan silakan saja visum ulang sendiri "Ya kalau mereka mau periksa hasil visum sendiri, silahkan saja. Hasil visum yang kami sertakan itu dari dua rumah sakit, satu dari RSCM dan satu dari dokter polisi," ujarnya."Hasil dari kedua rumah sakit itu enggak ada sperma maupun luka baru. Itu kan dari RSCM bukan polisi, lagian kalau dokter polisi juga kan sudah disumpah mereka. Jadi mereka pasti menyatakan yang sebenarnya," tambahnya.Di singgung kabar yang menyatakan kasus ini berujung SP3, Tahan enggak berkomentar. "Ya kami belum tahu, kan kalau SP3 itu ada mekanismenya, kalau semua proses penyidikan sudah selesai nanti kami lajukan gelar perkara," tutupnya.
Senin depan, siswi diduga korban cabul 3 PNS DKI tes psikolog
Rencananya tes itu dilakukan pada pekan lalu namun karena tak ada psikologinya jadi ditunda.
Baca Juga
Keindahan Senja di Atas Langit Jakarta
Advertisement
Rekomendasi