Cerita tragis dua wanita dibunuh karena hina teman kencan

Motif kedua kasus pembunuhan karena pelaku sakit hati.

Adriana Megawati
Oleh Adriana Megawati - Reporter
Cerita tragis dua wanita dibunuh karena hina teman kencan
Pelaku pembunuh Farah. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Dua kasus pembunuhan dengan dua korban wanita berhasil diungkap tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara pada hari Rabu (13/7) kemarin. Kedua pelaku ditangkap di hari yang sama. Motif pembunuhan pun nyaris serupa, kedua pelaku tidak terima dihina teman kencan mereka.Kasus pertama adalah penemuan mayat dalam kotak plastik di kolong tol Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Pelaku membekuk Calvin Soepargo (52), teman kencan korban bernama Farah Nikmah Ridhallah (24).Kapolres Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona mengatakan. Sebelum jasad korban dibuang, wanita yang merupakan salah satu karyawan swasta itu dibunuh di Apartemen Aston Marina Tower B lantai 27 unit BJ, Pademangan Jakarta Utara pada Sabtu 9 Juli lalu.Dia menjelaskan, sebelum pembunuhan terjadi, korban bertemu pelaku pada Jumat 8 Juli sekitar pukul 19.00 WIB. Pertemuan terjadi di apartemen Calvin. "Kemudian pelaku dan korban naik ke kamar tersangka dan melakukan Hubungan intim sekitar pkl 21.00 WIB. Lalu pelaku dan korban tidur sampai hari Sabtu (9/7) pagi."Calvin diduga gelap mata lantaran dicibir korban usai berhubungan intim. "Pelaku mengajak korban untuk melakukan hubungan intim sekitar pukul 21.00 WIB, dengan imbalan Rp 4 juta. Siangnya mereka berdua pun makan siang. Pelaku mengajak berhubungan lagi, namun korban menolak dengan alasan bahwa pelaku kurang memuaskan korban dan korban sudah dicari orang tua," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Daniel Bolly Tifaona, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (13/7).Diduga merasa terhina dengan perkataan korban, Calvin naik pitam. Menurut Daniel, pelaku langsung memukul kepala korban hingga terjatuh, lantas mencekik lehernya hingga tewas. "Kemudian korban dimasukkan ke dalam box besar yang dilapisi sprei terlebih dahulu, dan diberi kapur barus. Diduga kapur barus itu untuk menyamarkan bau. Setelah dibungkus rapi, pelaku membawa box berisi mayat korban tersebut menggunakan troli dan turun ke basement menggunakan mobil Suzuki Ertiga dan membuangnya di kolong tol," ujar Bolly.Mayat Farah ditemukan oleh petugas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR lingkar luar), Selasa (12/7) sore. Calvin dan sejumlah barang bukti kini sudah diamankan di Polres Jakarta Utara.

pelaku pembunuh Farah ©2016 humaspoldametrojaya.blogspot.co.id


Kasus kedua menimpa Kartika (25). Wanita yang diduga berprofesi sebagai pekerja seks komersial itu tewas dibunuh teman kencannya di Hotel Elysta, Koja, Jakarta Utara. Kurang dari 24 jam, pelaku dibekuk dan ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.


Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti saat dikonfirmasi wartawan membenarkan penangkapan pelaku. "Pelaku sudah kami amankan. Dia ditangkap di Purwakarta, Jawa Barat," ujar dia, Rabu (13/7).Sementara itu Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, pelaku ditembak karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat hendak ditangkap. "Yang bersangkutan kami lumpuhkan di bagian kakinya karena berusaha kabur dan melawan petugas saat ditangkap," ujar Hendy.Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Daniel Bolly Tifaona menuturkan bahwa korban telah mengenal pelaku yang bernama Syahril Sidik (29) warga Cilincing, Jakarta Utara."Pelaku ditangkap di Purwakarta, Jawa Barat. Mereka udah saling kenal sekitar satu bulan, dan tiga kali melakukan hubungan badan," tutur Bolly.Syahril janjian untuk bertemu dengan korban di hotel Elysta sekitar pukul 16.50 WIB. Mereka menyewa sebuah kamar yang berada di lantai 3 hotel tersebut."Pada saat berhubungan badan, korban berkata bahwa tubuh pelaku bau dan banyak bulu. Pelaku tersinggung lalu mengambil pisau dan menusuk perut serta leher korban," terangnya.Syahril menusuk perut sebelah kiri korban sebanyak 9 kali. Setelah melakukan pembunuhan, pelaku pergi dengan menggunakan celana panjang hitam dan bertelanjang dada. Hal tersebut yang membuat resepsionis hotel curiga akan gerak gerik pelaku. Setelah mengecek kamar yang disewanya, saksi bernama Suryani menemukan Kartika telah berlumuran darah."Pelaku ini lalu membuang pisaunya di daerah Bulog, lalu dia pergi ke rumah saudaranya yang ada di Jawa Barat dengan motor korban," tutup Bolly.Syahril kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Jakarta Utara. Polisi sudah menemukan pisau yang digunakan dia untuk membunuh Kartika.

Rekomendasi