Dapat uang dari Ahok, Sekda akui kondangan habis Rp 50 juta seminggu

Sejauh ini pembagian uang operasional Gubernur baru diberikan kepada Sekda dan Wali Kota.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Dapat uang dari Ahok, Sekda akui kondangan habis Rp 50 juta seminggu
Ahok lantik Sekda DKI. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

‎Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menjelaskan uang operasional sebesar Rp 100 juta setiap bulan merupakan kebijakan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok. Selain Sekda, lima Wali Kota di daerah administrasi Jakarta juga menerima dana, namun besarannya hanya Rp 50 juta.

"Mungkin waktu itu pak gubernur ngeliat Sekda enggak ada duitnya. Sekda dikasih setiap bulan Rp 100 juta, dan semua Wali Kota dikasih 50 juta," jelasnya di kantornya, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/5).

Untuk penggunaannya tergantung pihak yang menerima. Terpenting, ada laporan mengenai penggunaan uang tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta. Uang operasional dari Ahok itu terkadang digunakan untuk memberikan sumbangan atau menghadiri acara kondangan.

‎"Saya ke kondangan sama sumbangan, seminggu bisa Rp 50 juta. Hampir Rp 100 juta enggak ada sisa. Makanya ada proposal enggak saya tanggapin karena uangnya sudah habis. Tidak ada sisa. Mau dikasih Rp 200 juta atau Rp 300 juta saya pasti habis," terang mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini.

Saefullah menerangkan, sejauh ini pembagian uang operasional Gubernur baru diberikan kepada Sekda dan Wali Kota.

"Kemarin Pak Gubernur bilang, ini Lurah dan Camat mau dikasih juga, tapi itu belum. Kalau enggak ada itu (uang operasional) bisa habis gaji saya," tutupnya.‎

Rekomendasi