Isu SARA hanya akan jadi bumerang bagi pemainnya di pilgub DKI

Yunarto menyarankan agar para calon lebih mengedepankan strategi yang bisa mencuri hati masyarakat DKI.

Marselinus Gual
Oleh Marselinus Gual - Reporter
Isu SARA hanya akan jadi bumerang bagi pemainnya di pilgub DKI
Pilgub DKI 2017. ©2015 Merdeka.com

Beberapa hari terakhir isu SARA diangkat sebagai opini politik jelang Pilgub DKI 2017. Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, isu SARA hampir selalu ada dalam pentas pemilihan kepala daerah. Namun, isu itu akan mati sendiri di kalangan pemilih yang jauh lebih rasional. "Isu SARA hampir selalu ada. Di Amerika ada isu negro dan anti Katolik. Begitu juga di Jakarta tahun 2012 tapi tidak mempan," kata Yunarto kepada merdeka.com di Jakarta, Rabu (30/3). Menurut dia, isu SARA dari segi komunikasi politik bisa efektif demi mendulang dukungan. Namun bahaya, jelas dia, isu SARA hanya akan menjadi bumerang bagi calon yang memainkannya. "Secara komunikasi politik ya untuk marketingnya. Mungkin ada yang terpengaruh. Tapi akan jadi bumerang karena pemilih yang rasional justru tidak akan percaya kepadanya," jelas dia. Di sisi lain, Yunarto menyarankan agar para calon lebih mengedepankan strategi yang bisa mencuri hati masyarakat DKI yang menjadi isu-isu strategis. "Lebih etis kalau jual program daripada SARA karena itu yang mau dilihat dan dinilai masyarakat DKI saat ini," pungkas dia.

Rekomendasi