Sopir dan Kernet metro mini 640 jurusan Tanah Abang-Pasar Minggu, hingga saat ini masih diamankan Polres Jakarta Pusat. Mereka ditahan untuk dilakukan pemeriksaan.
"Kami bersama Polres Jakarta Pusat hingga saat ini masih melakukan penguatan pembuktian," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal di Polda Metro Jaya, Senin (15/2).
Polisi belum bisa mengambil kesimpulan dari peristiwa meninggalnya seorang penumpang bernama Bagus lantaran terjatuh dari metro mini.
"Kami akan simpulkan nanti apabila semua alat bukti sudah kami dapat akan kami sampaikan ke publik, apakah itu benar terjadi tindak pidana atau kecelakaan," ucap Iqbal.
Awalnya, sopir dan kernet Metro Mini M Sasih dan M Hendar kompak mengarang cerita soal jatuhnya Bagus.
"Kita ngomong kompakan saja. Kita ngarang ke teman-teman korban kalau dia didorong perampok. Kompakan saja perampokan, dan didorong," ujar M Sasih kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, kemarin.
Menurut Sasih, korban Bagus tiba-tiba saja terjatuh dari pintu depan Metro Mini yang dia kemudikan. Karena takut diamuk massa, Sasih lalu mengarang cerita bahwa korban dirampok dan didorong oleh para pelaku.
"Saya sama kenek janjian, kompakan kalau ditanya polisi perampokan dan didorong," ujar Sasih.
Sementara itu, Hendar sang kernet mengaku melihat Bagus jatuh dari Metro Mini dari kaca spion. Namun dia juga tidak tahu persis penyebab Bagus jatuh.
"Dia jatuh saja. Saya lihat di spion dia jatuh, kami berdua ngarang saja. Saya ngikut saja (karangan si Sopir)," ujarnya.