Struktur kepemimpinan di Pemprov DKI Jakarta terus mengalami perubahan. Tak sampai satu tahun terkadang pejabat kembali berganti.Mayoritas penyebab mereka diganti karena belum berjalan maksimal. Sementara, banyak permasalahan ibu kota yang butuh ditangani segera.Tak cuma soal kinerja, alasan lain yang membuat mereka diganti biasanya karena ketahuan memainkan anggaran proyek. Misalnya, menaikkan anggaran atau membeli barang dengan kualitas berbeda dari yang ditentukan.
Advertisement
Sejak pergantian kepemimpinan dari era Gubernur Fauzi Bowo ke Gubernur Joko Widodo, tak terhitung sudah berapa kali rotasi PNS dilakukan. Kondisi ini terus berlanjut saat kepemimpinan Jakarta berpindah tangan ke Basuki Tjahaja Purnama yang menggantikan Jokowi.Bahkan pada zaman Ahok, sapaan Basuki, dalam setahun pergantian pejabat sampai berkali-kali. Mulai dari eselon II, III dan IV, dirotasi dengan jumlah mencapai ratusan sampai ribuan.Pada Jumat (8/1) kemarin, kembali ribuan PNS dilantik Ahok dengan posisi baru. Ada yang mendapatkan promosi ada pula yang posisinya menjadi turun.Di antara ribuan PNS yang lantik, untuk posisi kepala dinas ada dua orang yang diganti. Purba Hutapea yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dicopot digantikan Catur Laswanto. Sedangkan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, yang dulu dipimpin Arie Budhiman, kini dijabat Sopan Adrianto.Dengan dicopotnya Purba dan Arie, artinya semakin sedikit pejabat eselon II sisa kepemimpinan Fauzi Bowo yang bertahan di era Ahok. Sebelum Purba dan Arie, sudah banyak nama yang lebih dulu dipecat Ahok.Dalam rangkuman merdeka.com, sebut saja, Ery Basworo yang dulunya menjabat Kadis PU, kemudian Udar Pristono yang menjabat Kadis Perhubungan. Lalu Taufik Yudi yang pernah menjabat kepala Dinas Pendidikan DKI, Eko Baruna dulu menjabat Kadis Kebersihan, Andi Baso sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Iwan Setiawandi, kadis Pelayanan Pajak, Effendi Anas menjabat Kasat Pol PP dan sederet nama lainnya.
Advertisement
Tak cum dicopot, sebagian ada pula yang memilih mundur. Salah satunya Novizal, bekas kadis Perumahan DKI Jakarta. Kala itu, Ahok yakin mundurnya Novizal karena tak mampu diberi tugas membenahi kepemilikan rusun di Jakarta."Karena di sana kan sudah pada jual beli semua udah jadi rahasia umum kan? Kan kita mau lakukan pembersihan. Beliau baiklah. Mungkin beliau juga sulit untuk membersihkan teman-teman beliau yang dikenal. Tapi alasannya kesehatan," jelas Ahok kala itu.Tak cuma Novizal, ada juga Sekda DKI era Foke, Fadjar Panjaitan yang mendadak mengajukan mundur pada Maret 2013 lalu. Kala itu Fadjar mundur karena ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif."Mereka mau jadi anggota partai, kok. Mungkin mereka tidak tahu ada peraturan pensiun eselon I bisa sampai 62 tahun. Semuanya itu pilihan mereka. Mereka memang ingin maju sebagai legislatif," kata mantan Bupati Belitung Timur itu saat dimintai tanggapannya.Kini hanya tersisa beberapa kepala dinas era Foke yang masih menjabat di era Ahok. Salah satunya Kukuh Hadi yang kini menjabat sebagai Kasat Pol PP DKI. Selain itu ada Saefullah yang kini menjabat sebagai Sekda DKI.Lalu siapa pejabat era Foke yang selanjutnya akan digeser Ahok?