Karut marut Monas, dari larangan injak rumput hingga kurang toilet

Tak terlihat pengelola Monas yang memberikan peringatan kepada pengunjung yang menginjak-injak rumput dan taman.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Karut marut Monas, dari larangan injak rumput hingga kurang toilet
Aturan dilarang injak rumput di Monas. ©2016 Merdeka.com

Di area Monas terdapat papan nama pengumuman yang bertuliskan 'Jangan Injak Kami, Biarkan Kami Tumbuh Hijau dan Subur.' Ironisnya, papan nama yang dipasang oleh pengelola Tugu Monas itu hanya sebatas slogan semata. Tak sedikit pengunjung Monas yang menginjak-injak rerumputan dan Taman Monas. Ada yang bermain layang-layang, foto selfie dan ada juga yang hanya duduk-duduk saja.Pantauan merdeka.com di lokasi, tak terlihat pengelola Monas yang memberikan peringatan kepada pengunjung yang menginjak-injak rumput dan taman. Padahal papan tulisan itu tak jauh dari tugu dan pintu masuk ke terowongan Monas.Kawasan Monas seakan jauh dari pengelolaan yang maksimal. Ditambah banyaknya sampah yang berserakan dan kurangnya fasilitas umum seperti penyediaan kamar kecil atau toilet bagi pengunjung."Terus terang saya bingung cari toilet, katanya tadi ada di depan Istana, kita sudah muter-muter gak nemu," kata ibu-ibu pengunjung Monas yang mengaku berasal dari Bogor, Jakarta, Sabu (2/1).Ibu yang diketahui bernama Anis itu mengharapkan agar penyediaan toilet dipasang di beberapa titik. Supaya pengunjung jika ingin buang air kecil tidak kebingungan dan antre."Apalagi sekarang akhir pekan, harusnya toilet itu ada di beberapa titik," tegasnya.Sedangkan Putri, salah satu mahasiswi perguruan tinggi di Jakarta mengatakan, seharusnya pengelolaan Monas maksimal dilakukan. Sebab, Monas merupakan tempat bersejarah dan menjadi salah satu tempat liburan favorit warga Jakarta dan luar Jakarta."Masak rumput diinjak-injak didiamkan, fasilitas umum harusnya lebih tertata mestinya. Pengelolaan Monas kan pakai APBD juga, pajak dari rakyat," jelas Putri yang sudah duduk semester 5 itu.

Rekomendasi