Metro Mini harus gabung Transjakarta kalau tak mau bangkrut

Menurut Ahok, harusnya Metro Mini mengikuti langkah Kopaja yang lebih dulu sudah gabung Transjakarta.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Metro Mini harus gabung Transjakarta kalau tak mau bangkrut
Metromini. ©2015 Merdeka.com

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menilai pengusaha dan sopir Metro Mini tidak memiliki pilihan lain selain bergabung dengan PT Transjakarta. Pria yang akrab disapa Ahok ini memperkirakan pengusaha Metro Mini akan bangkrut bila tidak mendengarkan solusi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Mereka terpaksa harus gabung, kalau enggak mereka pasti bangkrut, itu saja udah caranya. Kalau dulu kan masih ngeles, tapi sekarang kopaja aja sudah oke," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (22/12).

Mantan politisi Gerindra itu mengaku tidak akan tebang pilih dalam menertibkan dan menguji kelayakan transportasi massal di Ibu Kota. Dia mengatakan akan tetap menahan armada bus Kopaja yang tak lolos uji KIR meskipun PT Kopaja telah bergabung dengan PT Transjakarta.

"Kopaja yang jelek dia minta waktu, tapi kalau enggak lulus KIR saya akan kandangi, saya nggak peduli Kopaja," tandas orang nomor satu DKI ini.

Seperti diketahui, Ahok sebelumnya menyambut positif penambahan armada Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja). Kopaja membeli sekitar 350 armada.

Bus-bus baru ini merupakan hasil peremajaan setelah menyesuaikan diri dengan standar bus Transjakarta. Ratusan armada bus ini dijadwalkan akan diresmikan di Senayan, Jakarta, pada (22/12) sore nanti.

Rekomendasi