Masih terekam jelas dalam ingatan kita betapa sadisnya kematian bocah Neng. Pelaku membunuh Neng setelah sebelumnya melakukan kekerasan seksual pada bocah sembilan tahun itu.
Belum lagi pembunuh sadis itu ditemukan, Kamis sore ibu dan anak yang merupakan warga Cakung dibunuh dengan keji oleh pelaku. Saat mayat keduanya ditemukan pertama kali oleh suaminya, kedua jasad itu telah bersimbah darah.
Kedua jasad bernama Dayu dan anaknya Yuel, ditemukan di salah satu kamar di rumah mereka di Perumahan Aneka Elok Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Hasil autopsi ditemukan luka di bagian leher si ibu.
"Dayu mengalami luka terbuka pada leher kiri, dagu sebelah kanan, punggung kiri, dada kanan dan bawah ketiak kanan. Sedangkan Yuel mengalami luka terbuka pada leher," kata Kapolsek Cakung Kompol Armunantoo Hutahaen.
Dari keterangan Heno, pemilik rumah sekaligus suami Dayu memang ada yang tak biasa saat dia pulang ke rumah sore ini sekitar pukul 17.30 Wib.
"Pulang kerja pagar dalam keadaan tertutup hanya diselot tidak terkunci dan pintu depan juga tertutup. Setelah masuk ke dalam melihat mereka berdua sudah meninggal dunia," terangnya.
Lalu siapa pembunuh sadis ibu dan anak itu?
Advertisement
Tak butuh butuh lama buat polisi mengungkap siapa pelakunya. Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Umar Faroq, mengaku personelnya sudah dapat melacak seseorang yang diduga kuat sebagai pelaku dan sekarang sedang diburu.
"Sudah ada yang kita kejar, sudah kita tetapkan sebagai DPO," kata Umar kepada wartawan.
Dia menduga kematian ibu dan anak itu karena persoalan bisnis yang digeluti. Keluarga Heno dan Dayu memang memiliki bisnis perabotan.
"Bisa saja, karena persaingan usaha, ini kita dalami, yang jelas kita sedang memburu pelakunya," tambahnya.
Hal itu diperkuat dari tidak ada barang maupun perhiasan korban yang hilang. Selain itu, dari cara pelaku membunuh diduga orang profesional lantaran pelaku sudah mengenal betul kehidupan korban.
"Kemungkinan pelakunya profesional dan itu kejadiannya pada jam rawan kejahatan (waktu istirahat), itu dalam kondisi masih tiduran. Dia tidak siap, bisa jadi dia (korban) sempat disekap," tandasnya.
Bila benar pelaku sudah mengetahui kegiatan korban sehari-hari, mungkinkah pembunuhan ini direncanakan?
Advertisement
Polisi tak mau mengarah ke sana terlebih dulu karena pelaku belum ditangkap. Hanya saja, kata seorang saksi mata seorang pria masuk ke dalam rumah Dayu Priambarita (45) pada Jumat dini hari sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi. Namun Agung mengaku tidak mengenali siapa orang tersebut.
Agung merupakan pemilik toko yang berada di depan rumah Dayu persis. Agung juga sempat dimintai keterangan oleh polisi sebagai saksi terkait kasus pembunuhan tersebut.
"Saya melihat seorang pria memakai jaket hitam, helm hitam, dan memakai masker masuk ke rumah korban pada pukul 02.30 WIB," katanya ketika ditemui di kediamannya di Perumahan Elok, Jumat (9/10).
Dirinya mengaku sebelumnya dia juga melihat ada seorang wanita masuk terlebih dahulu ke dalam TKP.
"Sebelum pria itu masuk seorang wanita juga masuk ke rumah korban. Pria itu masuk sekitar 15 menit setelah perempuan itu keluar," lanjutnya.
Dengan titik terang yang didapat, semoga kasus ini segera terungkap.