Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan bayar sewa lapak pedagang kali lima lebih mahal ketimbang menyewa stan di mal. Sebab, banyak oknum nakal yang meminta uang setoran ke PKL."PKL kita bayar lebih mahal dari pada sewa di mal karena buka dari pagi sampai tengah malam. (Bayar) Rp 20 ribu untuk oknum kelurahan lewat RT/RW. Ini ada dirty hand-nya. Nanti ada oknum Satpol PP dan aparat juga ada oknum kebersihan," ujar Ahok DKI di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).Ahok menghitung ongkos sewa stan di mal lebih murah ketimbang sewa lapak di lokasi kaki lima."Si pedagang PKL sewa lapak 1 meter persegi sewa Rp 15 ribu. Matematika saya agak payah nih tapi kalau untuk berdagang masih bisalah saya kalkulasikan gini, PKL sewa lapak Rp 60 ribu bagi 4 (minggu) jadi Rp 10 ribu. Sebulan bisa Rp 400 ribu. Belum iuran listriknya, iuran parkirnya, iuran kebersihannya, di mal paling sewa lapak Rp 200 ribu. Kenapa dia enggak mau dagang ke mal? Karena minta bayar 2 tahun di muka," tuturnya.Ahok meminta Bank DKI membantu memberi modal kepada para pedagang kecil. Sebab kehadiran PKL bisa menopang perekonomian Jakarta.Pemprov DKI Jakarta berani mengucurkan modal untuk para pedagang kali lima Rp 1 triliun dengan syarat mereka harus memiliki kartu ATM combo Bank DKI."Saya sanggup kasih Rp 1 triliun. Kita bisa kasih kredit Rp 5 juta ke PKL. Kasih Rp 1 triliun bagi Rp 200 ribu ke tiap pedagang. Enggak usah jaminan juga saya berani (kasih) asal setiap pedagang punya kartu ATM Bank DKI combo seperti ini. Kalau nipu saya pecat saja," katanya.
Ahok minta PKL dagang di mal ketimbang di jalan karena lebih murah
Ahok meminta Bank DKI membantu memberi modal kepada para pedagang kecil.
Advertisement
Rekomendasi