Transjakarta rusak dan terbakar, Ahok malah cari kambing hitam

Terbakarnya bus kebanggaan warga ibu kota yang berlangsung berkali-kali membuat Ahok geram.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Transjakarta rusak dan terbakar, Ahok malah cari kambing hitam
Ahok menembak di Kopassus. ©2015 Merdeka.com

Bus Transjakarta lagi-lagi terbakar. Kejadian terbaru berlangsung di dekat Halte Salemba, Jakarta Pusat.Kejadian yang berlangsung berkali-kali membuat Ahok geram. Dia pun menuduh kesalahan terjadi karena pemerintah terdahulu membelinya dari perusahaan pembuat bus lokal."Kamu pernah dengar enggak sih bis merek Komodo?" keluh Ahok di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (3/7).Tak hanya itu, Ahok pun menyindir pemerintahan Fauzi Bowo telah melakukan banyak kesalahan dalam membuat perjanjian. Meski begitu, dia berjanji untuk memperbaikinya.Bukan kali ini aja kekesalan Ahok soal rusak dan terbakarnya bus Transjakarta. Berikut beberapa tuduhan kesalahan yang dilontarkan Ahok yang dirangkum merdeka.com:

Salahkan produk lokal
Bus Transjakarta baru. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Ahok menyesali rentetan peristiwa tak mengenakkan menimpa Transjakarta. Dirinya sering mengingatkan untuk membeli produk yang memang sudah teruji."Servis itu kan yang usulan salah satu produk dari lokal. sebenernya itu kerja sama Korea apa, saya enggak tahu negara mana itu lah. Itu yang saya bilang kalau kita mau beli bus, jangan beli barang yang aneh-aneh deh. Kamu pernah dengar enggak sih bis merek Komodo?" tegas Ahok di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (3/7).Ahok mengatakan, meski perawatan dan suku cadang dilakukan di dalam negeri dengan produk-produk lokal, namun bus harus tetap kualitas terbaik."Ya kan gini maksud saya, kalau kita mau hargain, kita harus jujur. Kalau produksi lokal, karoserinya lokal. Tapi busnya harus tetap kelas dunia," ujar Ahok.

Perjanjian lama lemah semua
Transjakarta terbakar di Salemba. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Terbakarnya bus Transjakarta untuk kesekian kali telah membuat Ahok murka. Dia pun yakin kejadian itu tak lepas dari kesalahan masa lalu.Ahok mengakui dari sisi perjanjian perawatan bus, Pemprov DKI Jakarta dalam posisi yang lemah. Oleh sebab itu, Ahok beserta jajarannya sedang memperbaiki sistem tersebut."Kita di operator perjanjian lama itu lemah semua. ini yang kita perbaiki perjanjiannya sekarang," tutur Ahok.

Bus Transjakarta dodol semua
Ahok resmikan area Lenggang Jakarta. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meyakinkan jika jumlah penumpang bus Transjakarta mengalami peningkatan sejak Desember 2014 lalu. Ahok bahkan menyebut jika integrasi sistem pembayaran menggunakan e-ticketing sudah lumayan berjalan. Sebab, masyarakat akhirnya bisa menerima ide tersebut."Enggak usah berdebat. Kamu cek saja, sekarang data enggak bisa bohong. Semua sudah pakai e-tiketing. Data kita menyebutkan adanya peningkatan sejak bulan Desember," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (9/6).Namun demikian, Ahok mengakui jika masih ada sejumlah kekurangan dalam membenahi moda Transjakarta sampai saat ini. Dirinya mengaku telah menggagas sejumlah program yang diharapkan bisa menjadi solusi bagi pembenahan moda transportasi massal di ibu kota tersebut."Walaupun soal headway bus memang berkurang, itu memang benar. Tapi itu kan karena separator belum kita tinggikan," katanya.Ahok menilai hal itu disebabkan karena kesalahan beberapa tahun lalu, yakni PT Transjakarta tidak membeli bus dengan merk terbaik. Sehingga, ke depan dirinya menginstruksikan BUMD tersebut agar hanya membeli jenis bus yang terbaik, sehingga awet dan pelayanannya memuaskan pengguna."Bus ini dodol semua, tempe semua. Satu sudah kebakar, terus ngapain masih beli bus merk enggak jelas? Anak kecil juga ngerti, mau beli bus Weichai apa Mercedes Benz. Anak kecil juga pasti pilih Mercedes Benz, orang cuma beda dikit duitnya kok," ujar Ahok."Makanya saya sekarang putuskan, enggak ada yang boleh beli bus aneh-aneh. Jakarta harus beli bus yang terbaik," pungkasnya.

Baru aja terbakar, apalagi yang lama
Transjakarta terbakar di Salemba. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Terbakarnya bus Transjakarta koridor 5 jurusan Kampung Melayu-Ancol dengan nomor LRN 35 terbakar pada bagian belakang. Ahok menjelaskan, armada bus milik PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memang sudah tua. Karena itu, kata Ahok, Pemprov DKI Jakarta harus melakukan penggantian bus."Memang sudah bus tua semua, mesti tambah bus dulu. Saya sudah bilang, orang yang baru saja terbakar apalagi yang lama. Pasti terbakar terus itu," tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (22/5).Sebelumnya, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Antonios NS Kosasih membantah bahwa bus tersebut terbakar. Dia mengatakan, bus yang dioperatori oleh Lorena mengalami rem lengket. Akibatnya, logam dengan logam yang saling bertemu menyebabkan panas hingga akhirnya ban pecah."Terjadi kondisi rem-nya lengket tetapi tetap dipaksa jalan oleh sopir operator, akibatnya gesekan rem yang macet dan dipaksa jalan menjadi panas membara (karena logam bergesek logam) hingga ban kiri belakang bus tersebut terkena panas dan pecah," ungkapnya melalui pesan singkat, Kamis (21/5).Dia menambahkan, kejadian bermula saat bus akan dioperasikan pada pukul 05.00 WIB. Petugas Transjakarta akhirnya memadamkan api tersebut menggunakan Alat Pemadam Ringan (Apar)."Petugas kami langsung memadamkan dengan Apar agar aman dan tidak menjalar ke mana-mana karena di bagian ban tidak ada sistem pemadam api. (Semua bus tidak ada yang ban-nya ada pemadam apinya)," katanya.Kosasih menerangkan, pada dasarnya penyebab utamanya adalah booster rem cakram yang macet tapi dipaksa berjalan oleh sopir, sehingga menimbulkan gesekan panas."Kami telah evaluasi kejadian-kejadian yang menimpa bus-bus yang bermasalah yang dioperasikan oleh para operator akhir-akhir ini. Kami akan perketat pengawasan di Operator dan SPO (Standar Prosedur Operasional) serta SPM (Standar Pelayanan Minimal) dari setiap Pengemudi Operator agar tidak terjadi lagi masalah seperti ini," tutupnya.

Rekomendasi