Ahok dukung ide mensos pajang pelanggan PSK di media sosial

Ahok mengaku heran ada orang yang mau membayar puluhan hingga ratusan juta demi berkencan dengan artis.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Ahok dukung ide mensos pajang pelanggan PSK di media sosial
Ilustrasi Prostitusi. ©2015 Merdeka.com

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mewacanakan untuk memajang pelanggan pekerja seks komersial (PSK) melalui media sosial. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sepakat dengan ide tersebut.Basuki atau akrab disapa Ahok mengatakan, langkah tersebut harus segera direalisasikan‎. Caranya dengan mempublikasi hasil temuan Polres Jakarta Selatan atas ditangkapnya AA sebagai artis yang diduga bekerja sampingan pekerja seks."Bagus dong. Harusnya yang di hotel (Jakarta) Selatan dulu dikeluarin, yang (harganya) Rp 80 juta sampai Rp 200 juta," katanya‎ di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/5).Ahok mengaku penasaran dengan orang-orang yang menggunakan jasa PSK dengan tarif ratusan juta tersebut.‎ Sehingga dapat diketahui apakah itu menggunakan dana pribadi atau gratifikasi."‎Saya juga ingin tahu siapa sih yang tega membayar Rp 80 juta sampai Rp 200 juta. Jangan-jangan gratifikasi," ungkap mantan Bupati Belitung Timur ini.Menurut suami Veronica Tan ini, gratifikasi sangat mungkin dilakukan dengan sistem ini. Karena orang yang akan menyogok lebih untung dibandingkan membayar secara tunai."Kenapa untung karena begini kalau menyogok pejabat 500 juta menghina, dikasih Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar rugi blm tentu dapat proyek. Kalau dikasih cewe Rp 200 juta masih untung kan Rp 300 juta. Siapa tahu pikirannya begitu kan? makanya kita ingin lihat, jangan-jangan ada perbuatan gratifikasi nanti," tutup Ahok.Sebelumnya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berharap adanya hukuman merata pada semua pihak yang terlibat prostitusi, baik mucikari, Penjaja Seks Komersial (PSK) maupun pelanggannya. Hal tersebut dalam rangka memberikan efek jera kepada para pelakunya. "Seperti penerapan hukum di negara Swedia, semua yang terlibat prostitusi apapun bentuknya dihukum semua, tidak hanya mucikari dan PSK saja," kata Khofifah usai membuka Kemah Kebangsaan dan National Caracter Building Kemensos di area perkemahan Coban Rondho Malang, Selasa (19/5/2015) malam.Bahkan, ungkap Khofifah, orang yang menjadi pelanggan dari PSK selain dikenakan sanki denda dan wajahnya dipublikasikan "Kalau itu bisa dilakukan pasti akan dapat mencegah meluasnya praktek prostitusi," ucap Khofifah.

Rekomendasi