Ahok: Djarot enggak mungkin dilantik hari Selasa, karena panas

Meski sudah menerima SK, Ahok tidak serta merta langsung mengangkat Djarot jadi wakilnya.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Ahok: Djarot enggak mungkin dilantik hari Selasa, karena panas
Ahok di Balai Kota. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah memilih Djarot Saiful menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Surat pengajuan namanya telah dikirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebab Ahok hanya memiliki waktu 15 hari untuk menentukan pendampingnya, terhitung sejak dirinya diangkat jadi gubernur."Saya sudah mengirim surat usulan cawagub dengan satu nama yaitu nama Pak Djarot kepada Kemendagri. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/12).Saat ini, Ahok masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melantik Djarot sebagai wagub DKI Jakarta. Namun, dia menegaskan, pelantikan tidak akan segera dilakukan meski sudah menerima SK. Sebab semua melihat perkembangan kondisi dan situasi."Kalau SK sudah turun, ya dilantik. Kalau pas turunnya hari Jumat, ya nggak mungkin dilantik Sabtu dong. Nggak mungkin dilantik Selasa juga, karena Selasa panas," ungkapnya.Namun, mantan Bupati Belitung Timur ini menegaskan, pelantikan Wagub DKI Jakarta tidak akan lebih dari 30 hari. Sebab batas waktu terakhir yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 hanya memberi waktu selama 30 hari.Mengenai pembagian tugas, Ahok belum dapat memberikan penjelasan. Tetapi dia mengharapkan, Djarot dapat menyelesaikan pekerjaan rumah yang selama ini belum selesai, banjir dan macet. Sehingga permasalahan ini dapat segera selesai."Belum tahu pembagian tugasnya seperti apa. Soalnya banyak program yang harus diselesaikan dengan segera. PR-nya sudah numpuk nih. Dan Pak Djarot sudah tahu itu," tegasnya.Selain permasalahan banjir dan macet, tugas yang harus dihadapi Djarot selama tiga tahun ke depan adalah revitalisasi pasar. Sebab saat ini mini market semakin menjamur di Jakarta. Dan pertumbuhan ini harus dapat dikendalikan. Sehingga pembangunannya tidak menyalahi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta."Persebaran mini market di Jakarta, nanti menjadi salah satu tugas Pak Djarot. Untuk memikirkan bagaimana mengendalikan pertumbuhan mini market," terang suami Veronica Tan ini.Ahok menyakini, mantan wali kota Blitar tersebut mampu mengatasinya. Sebab dia dinilai Djarot telah memiliki pengalaman, terutama setelah mampu memimpin Blitar selama dua periode.Ayah dari tiga anak ini mengungkapkan, alasan dirinya memilih Djarot menjadi Wagub DKI Jakarta karena memiliki banyak pengalaman. Terlebih Djarot dinilai memiliki pengalaman melebihi Jokowi yang sudah mengetahui permasalahan Jakarta, kini menjadi pemimpin negara."Mudah-mudahan lebih hebat idenya dari Pak Jokowi. Ditambah Pak Jokowi yang hebat di presiden tambah wakil gubernur yang lebih hebat dari Pak Jokowi, gue kan tinggal kunjungan sister city," tutup Ahok.

Rekomendasi