Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapatkan laporan mengenai buruknya pelayanan yang diberikan Perusahaan Air Minum (PAM) PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Pasalnya warga mengeluhkan air yang diterima mereka kotor dan bau.Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram dengan pelayanan Palyja yang buruk. Sehingga dia sudah pernah merencanakan untuk mengakuisisi perusahaan air tersebut. Namun, masih ada kendala dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH)."Ya makanya kita mau beli. Tapikan masalah sama LBH belum selesai," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/11).Gugatan LBH kepada Palyja sudah dilakukan semenjak Joko Widodo (Jokowi) masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Rencananya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan pembelian saham Palyja melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro).Ahok menambahkan, selain memiliki pelayanan yang buruk, Palyja juga dinilai merugikan bagi Pemprov DKI Jakarta. Namun dia enggan menjelaskan berapa jumlah kerugian tersebut."Ya gak tahu. Mereka sudah banyak ambil uang dari kita, makanya kita mau beli," tutup mantan Bupati Belitung Timur ini.Sebelumnya, salah seorang warga yang tinggal di Kelurahan Angke Tambora, Jakarta Barat mengeluhkan pelayanan dari PAM Palyja. Pasalnya dalam sebulan bisa dua kali terjadi air kotor dan bau yang keluar."Kepada Yth Pemprov DKI Jakarta, saya ingin melaporkan dan saran agar PAM Palyja diambil alih saja oleh Pemda DKI Jakarta. Pelayanan air Pam Palyja sering sekali air nya kotor. Seperti malam ini kotor lagi. Dalam sebulan bisa 2 kali datang air kotor," tulis salah satu warga yang mengeluhkan pelayanan Palyja ke Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Ahok geram air perusahaan Palyja kotor dan bau
Rencananya Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pembelian saham Palyja melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro).