Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo membicarakan transaksi non cash yang sudah diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Tetapi Jokowi mengatakan sempat menyinggung permasalahan perekonomian nasional dengan Agus."Bicara Jakarta dan nasional. Tadi Jakarta mengenai apa sudah dilakukan e-audit. Tahun kemarin sudah melakukan pembayaran non cash. Kemudian yang nasional adalah tentang neraca perdagangan kemudian dengan APBN," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/8).Dia menambahkan, gerakan non cash ini harapannya dapat menjadi program nasional. Sebab pemerintahan yang baik dan bersih akan mengurangi transaksi apapun dengan bentuk cash dan beralih ke non cash. Jokowi menegaskan, oleh karena itu Pemprov DKI Jakarta akan menjadi percontohan untuk yang lain."Karena itu berkaitan dengan government, kalau pemerintah yang bersih sangat baik kalau pembayaran itu tidak cash. Dan itu sudah kami lakukan di DKI. Program ini akan melalui koreksi, walaupun belum secara total, tapi ini yang akan kita kerjain," ungkap mantan wali kota Solo ini.Jokowi mengatakan, memang sempat menyinggung masalah rencana APBN pada pemerintahan selanjutnya. Namun, dia menegaskan, inti pembicaraan hari ini masih mengenai transaksi non cash yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta."APBN sempat, tapi berbicara itu belum. Tadi ngomongin Jakarta-nya, cuman sempat menyinggung masalah nasionalnya. Kalau ada waktu ya saya yang tanya. Tapi ke sini tadi intinya berkaitan dengan transaksi non cash," pungkas Jokowi.
Bertemu gubernur BI, Jokowi bahas transaksi non cash hingga APBN
Jokowi berharap gerakan non cash dapat diterapkan menjadi program nasional.
Rekomendasi