Ahok makin hilang kesabaran hadapi PKL Monas

Ahok memberikan izin kepada Satpol PP menggunakan pistol listrik, menindak PKL bandel.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ahok makin hilang kesabaran hadapi PKL Monas
Ahok buka PRJ Monas. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Proses penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Monumen Nasional (Monas) tak berjalan mulus. Rencana Pemprov DKI Jakarta merelokasi para PKL ke zona IRTI, mendapat penolakan pedagang. Mereka yang membandel, nekat menggelar lapak di halaman Monas. Bahkan, Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menceritakan beberapa perlawanan PKL kepada pihak Pemprov DKI. Menurut Ahok, karena enggan dipindah, PKL di Monas mengancam mau membunuh tukang las pagar Monas."Tukang las pagar kita itu diancam mau dibunuh, diancam golok, diancam celurit. Karena itu, kita jagain," kata Ahok menceritakan sikap PKL yang enggan direlokasi, Senin (16/6).Menyikapi sikap keras PKL tersebut, Ahok meradang. Dia meminta Satpol PP menindak tegas PKL yang ogah pindah. Berikut emosi Ahok menghadapi PKL Monas:

Sebut bos PKL di Monas bajingan

Ahok mengkalkulasi ada sekitar 7.000 PKL menggelar lapak di kawasan Monas. Bahkan, PKL tersebut bukan warga Jakarta melainkan pendatang dari daerah lain."Bos-bos bajingan ini yang kurang ajar. Datengin orang. Itu Monas tuh lebih dr 7.000 PKL. Apa itu PKL dari Jakarta semua? Enggak, dibawain sama bosnya, dimainin," kata Ahok.

Tembak PKL pakai pistol listrik

Ahok meminta Satpol PP menindak tegas para PKL di kawasan Monas. Bahkan, Ahok mengizinkan Satpol PP menggunakan pistol listrik untuk menertibkan para PKL yang bandel."Saya kan cuma janji tidak akan pakai pentungan, tapi tidak pernah janji tidak pakai pistol kan," ujar Ahok.Menurutnya, penertiban dengan menggunakan pistol listrik lebih bagus ketimbang menggunakan senjata tajam. Selain itu, penggunaan pistol listrik untuk menghindarkan bentrok fisik antara para PKL dan Satpol PP."Kalau sama-sama pakai pisau, belum tentu ilmu silat Anda (Satpol PP) lebih jago dari dia (PKL). Nanti kalau Satpol PP saya luka gimana? Mendingan saya suruh pakai pistol listrik. Kalau ditembak, biar aja dia (PKL) pingsan," pungkas dia.

Bubarkan UPT yang enggak berguna

Ahok telah melakukan penyatuan Unit Pengelola Monumen Nasional dan Unit Pengelola Taman Monas, untuk mengatasi permasalahan yang ada di kawasan tersebut. Ahok menunjuk Kepala UP Monumen Nasional Rini Hariani untuk mengelola seluruh kawasan Monas."Saya mau Monas dipimpin satu pintu saja, terlalu banyak pintu dan komandan di Monas. Saya pengen semua dikontrol Ibu Rini, bubarkan saja UPT yang lain," ujar Ahok.Ahok mengimbau agar Rini dapat melaporkan perkembangan keadaan Monas setiap hari. Dia meminta Rini bertindak tegas dan tidak kompromi terhadap PKL yang masih ada di kawasan Monas.

Instruksikan wali kota Jakpus bergerak

Ahok juga meminta Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah untuk membereskan para PKL liar yang ada di Monas. Selain itu, Ahok bakal membina para PKL untuk patuhi peraturan yang berlaku di Jakarta."Kita suruh tes nanti. Suruh Pak Saefulloh beresin. Kita masih punya banyak event ini di HUT ini. Enggak boleh lagi PKL masuk," kata Ahok.

Rekomendasi