Sejumlah pegawai yang bekerja di gedung perkantoran sepanjang Jalan Panjang, Jakarta Barat, kebingungan saat menuju ke rumah. Pasalnya angkutan umum yang biasa mereka tumpangi berhenti beroperasi karena banjir.Indah (25), salah satu karyawati yang bekerja di Jalan Panjang mengaku terpaksa menggunakan jasa ojek. Namun jumlah pengguna ojek tidak berbanding dengan jumlah tukang ojek."Yang mau naik banyak, tukang ojeknya sedikit, jadinya berebutan gini," keluh Indah di depan pintu tol Kebon Jeruk, Senin (13/1).Indah mengaku, jika biasanya dirinya hanya membayar Rp 3.000 dari tempat kerjanya di daerah Pesing Poglar, kini warga Tangerang ini terpaksa merogoh kocek lebih dalam."Iya nih, dari depan Indovision sampai pintu tol kena Rp 20.000," ujar dia.
Angkot berhenti beroperasi karena banjir, pegawai kebingungan
Mereka harus pulang dengan menumpang ojek, namun jumlah tukang ojek tak sebanding dengan banyaknya calon penumpang.
Advertisement
Rekomendasi