Monas, siang nampak manis, malam berubah romantis

Lokasi remang-remang semacam itu sangat memungkinkan untuk dijadikan tempat mesum, bahkan penodongan.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Monas, siang nampak manis, malam berubah romantis
Ilustrasi monas. Ilustrasi shutterstock.com

Patung Mohammad Husni Thamrin jadi saksi ketika matahari lingsir di ufuk, lalu sinarnya menyapa untuk terakhir kali pengunjung Tugu Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, sore itu. Lalu gelap datang, sinar matahari diganti pendar lampu warna-warni sekeliling tugu ikon Indonesia itu.Menghadap sebuah kolam air mancur yang mati, patung Husni jadi saksi bisu dua sejoli memadu cinta di sepotong petang. Remang malam agaknya menambah asyik tingkah mereka. Ada bangku-bangku disediakan bagi mereka yang lelah setelah berjalan-jalan di Monas. Tapi yang terlihat hanya gadis rebahan dan menyandarkan kepala di paha lelakinya. Ini bukanlah pemandangan ganjil bila anda berjalan di sekitar taman Monas.

Kemudian, tempat lain yang didatangi merdeka.com adalah kawasan dekat kandang Rusa. Di sana, bangku-bangku kondisinya mirip dengan bangku di tempat lainnya, penuh terisi pasangan kekasih.

Waktu itu, jarum jam menunjuk pukul 18.00 WIB. Tak terlihat ada orang berjalan atau duduk sendiri. Semua berpasangan dan seperti sedang memadu kasih. Hanya penjual minuman hangat atau bagian kebersihan yang nampak wara-wiri. Sesekali petugas keamanan lewat, tapi jarang-jarang.Matahari telah menghilang dan lampu taman mulai berkilau. merdeka.com mencoba bergeser ke sisi barat Monas. Di sana gelap kian mencekam. Bukan karena takut, melainkan sepi telah membaur di bagian barat Monas. Saat itu jarum jam beranjak, dan menunjuk pukul 19.30 WIB. Saat melewati lorong, yang katanya sering dijadikan tempat mesum anak remaja, bulu roma mulai berdiri dan tak ada satu orang-pun di sana, awalnya.Tetapi sekitar 50 meter kemudian, merdeka.com melihat pasangan sedang duduk di bawah pohon. Ada juga yang sedang berjalan keluar dari rerimbunan pepohonan. Ada juga yang menghindar setiap ada orang lewat. Dari semua yang terlihat, tidak ada satu pun sedang duduk sendiri. Hanya tukang minuman hangat dan bagian kebersihan duduk sendiri.Lokasi semacam itu sangat memungkinkan untuk dijadikan tempat mesum. Dan tidak menutup kemungkinan untuk menjadi lokasi penodongan, pemalakan, hipnotis dan pemerkosaan.

Rekomendasi