Ditanya sopir bajaj tuli, Jokowi cuek

Jenny melakukan riset terhadap 350 pengemudi bajaj, hasilnya 72,28 persen pengemudi bajaj mengalami gangguan kesehatan.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Ditanya sopir bajaj tuli, Jokowi cuek
jokowi temui sopir bajaj. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Hasil penelitian dari spesialis THT Jenny Bashiruddin lebih dari 70 persen pengemudi Bajaj mengalami gangguan pendengaran sekaligus keseimbangan. Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut."Enggak tahu," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Selasa (8/7).Sementara itu, program revitalisasi bajaj yang usang beralih ke bajaj BBG sedang berjalan. Bahkan, Jokowi berjanji dalam setahun ini dapat dilihat jumlah bajaj baru yang beroperasi."Itu jalan terus untuk BBG. Ya nanti ilang semua (bajaj bising). Setahun saja bisa dihitung nanti berapa yang baru," tegasnya.Untuk diketahui, Jenny melakukan riset terhadap 350 pengemudi bajaj di Jakarta. Hasilnya 72,28 persen pengemudi bajaj mengalami gangguan kesehatan. Rinciannya, 27,43 persen mengalami gangguan keseimbangan dan pendengaran, 17,14 persen mengalami gangguan pendengaran dan 27,71 persen mengalami gangguan keseimbangan.Hal itu berarti hanya sebesar 27, 72 persen pengemudi Bajaj yang sehat. Mereka yang mengalami gangguan ini rata-rata disebabkan berbagai faktor. Seperti terus menerus mendengar kebisingan, sudah lama menjadi sopir dan juga usia si pengendara Bajaj.Kebisingan yang melewati batas aman ini merusak rambut-rambut halus di bagian dalam telinga. Parahnya gangguan ini tidak bisa disembuhkan."Makanya pencegahan itu penting. Pakai alat pelindung pendengarannya pakai earplug, helm itu mengurangi dampaknya. Kemudian panjangnya jangan 8 jam kerja kalau sekian desimbel itu dia istirahat dulu jangan langsung terus-terusan," jelas Jenny lagi.Penelitian Jenny menyimpulkan bahwa sopir bajaj rata-rata mengemudikan kendaraan tiga rodanya lebih dari 8 jam. Padahal suara dihasilkan Bajaj berkisar antara 90 sampai lebih dari 100 desibel.Gangguan pendengaran yang bisa mengarah ke gangguan komunikasi ini akan semakin parah jika sopir bajaj mengemudikan selama lebih dari 5 tahun. Namun lagi-lagi ini bergantung dari beberapa faktor.

\r\n

Baca juga:

Ini tanggapan Ahok soal banyaknya sopir Bajaj tuli

Selain bikin tuli sopirnya, ini 4 problematika Bajaj

Kendarai Bajaj BBG bikin sehat telinga

Kebisingan mesin Bajaj penyebab utama sopir tuli

\r\n
Rekomendasi