Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mendukung rencana besaran tarif tiket monorail sekitar Rp 10.000 untuk sekali jalan. Menurut Ahok, sasaran utama pengguna monorail ini adalah warga Jakarta yang membawa mobil dapat beralih dan menggunakan moda transportasi massal berbasis rel ini."Hitung-hitungannya sudah masuk di BUMN kan? Masuk. Sekarang saja kalau orang dari Serpong naik bus ke Harmoni harus bayar Rp 23.000. Jadi targetnya kan orang yang bawa mobil. Supaya tidak usah bawa mobil ke Jakarta," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (19/6). Politisi Gerindra ini yakin jika tiket monorail seharga Rp 10 ribu akan sanggup dibayar masyarakat. Menurutnya, harga tiket tersebut sudah jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membawa kendaraan sendiri."Kamu daripada bayar tol, capek, mendingan bayar Rp 10.000 sekali naik. Pasti sanggup mereka," tegas Ahok.Sebelumnya diberitakan, jika monorail telah beroperasi, tarif tiket diprediksi Rp 9.500 hingga Rp 10.000 untuk sekali jalan. Direktur Teknis PT Jakarta Monorel Bovanantoo mengatakan target segmen pengguna moda transportasi massal berbasis rel monorail ini adalah masyarakat dari kalangan menengah ke bawah."Survei ini untuk menentukan harga tarif monorail yang mampu dibayarkan oleh warga Jakarta. Namun saat ini kita istilahkan pada saat beroperasi tiketnya satu dolar Amerika. Sehingga kita asumsikan di kisaran Rp 9.500 hingga Rp 10.000. Tetapi nanti kita akan implementasikan dengan tarif progresif per stasiun," kata Bovanantoo di The Conservatory Building, Jakarta Pusat, Rabu (19/6).
Ahok: Tiket monorail Rp 10 ribu, warga Jakarta pasti sanggup
"Kamu daripada bayar tol, capek, mendingan bayar Rp 10.000 sekali naik. Pasti sanggup mereka," tegas Ahok.