Dulu tolak lelang jabatan, lurah Warakas dapat nilai cukup

Sebelumnya, Mulyadi mengkritisi program lelang jabatan yang dinilainya tak berlaku untuk posisi jabatan.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Dulu tolak lelang jabatan, lurah Warakas dapat nilai cukup
Lurah Warakas. ©2013 Merdeka.com/pram

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan proses sistem seleksi terbuka atau lelang jabatan untuk posisi Camat dan Lurah. Sistem ini untuk untuk menghasilkan pemimpin yang mumpuni dan kapabel, sehingga pelayanan terhadap warga semakin optimal.Dalam proses lelang jabatan tersebut, sempat ramai adanya penolakan dan tantangan dari salah satu anak buah Jokowi. Yakni Mulyani, lurah Warakas, Jakarta Utara.Saat itu, Mulyadi menentang keras program lelang jabatan ala Jokowi. Namun, di tengah jalan, dirinya mengendurkan sikap ngotot dan memilih untuk mengikuti ujian lelang jabatan ala Jokowi. Bagaimana hasil ujiannya?Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta I Made Karmayoga menjelaskan, Mulyani hanya mendapat nilai cukup."Nilai avarage, ternyata memiliki kemampuannya rata-rata. Dia (Mulyadi) ikut ujian kok," terang Made di Balai Kota, Jakarta, Kamis (13/6).Menurut Koordinator Seleksi Uji Kompetensi Manajerial, Kombes Polisi Untung Leskono, dari total 670 orang pelamar posisi calon lurah, sebanyak 32 orang atau 4,5 persen memilih untuk tidak hadir."Sedangkan lurah yang memiliki nilai baik sekali sebanyak 71 orang atau 11 persen. Di tengah-tengah itu memenuhi syarat atau average. Di bawah itu adalah yang pada saat ini belum memenuhi syarat," ujarnya.Seperti diberitakan sebelumnya, Mulyadi menyebut proses lelang itu untuk sistem pengadaan barang, bukan untuk mendapatkan sebuah jabatan. Dia juga mengancam akan menggugat Jokowi ke MK.Kritik ini disambar serius oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ahok mengancam akan memecat Mulyadi. Ahok sendiri telah memegang catatan hitam Mulyadi yakni, menyewakan rusun miliknya di Marunda ke tangan ketiga. Padahal masalah itu tengah gencar ditertibkan Jokowi dan Ahok.

Rekomendasi